Page 49 - SD_Danau Laut Tador
P. 49

kotor.  Namun, itu  hanya  sesaat,  karena  setelah  itu
            mereka memasukkan seluruh badan ke air. Kotoran pun

            langsung lenyap.
                 Mereka juga terlibat dalam permainan pelampung

            buah kelapa tua. Ada juga yang beralih bermain dengan
            pelepah  kelapa,  yang  ditarik  cepat-cepat  dari  tanah

            yang  lebih  tinggi dan  berujung  dengan  jeburan  ke
            sungai. Sebuah permainan yang sempat membuat orang

            tua mereka takut. Namun, begitu melihat permainan itu
            ternyata  aman  dan  anak-anak  mereka  tertawa  lepas,

            orang tua pun langsung tersenyum.
                 Sementara  itu,  di  jarak  lebih  setengah  jam

            perjalanan  dari  sungai,  Tador  tetap  menangis  tanpa
            suara. Dia masih terbaring. Dia masih sakit. Sakit yang

            luar biasa karena tidak sekadar tubuh yang panas atau
            kepala  yang  pusing, hatinya  luka.  Kesedihan  begitu

            dalam. Air matanya pun tidak berhenti, lalu membasahi
            pipi, membasahi  tubuh,  membasahi  dipan,  dan  mulai

            membasahi  lantai.  Isak  tanpa  suara  itu  tidak  tampak
            berhenti.

                 Menjelang petang, acara mandi pangir pun selesai.
            Ayah dan ibu serta tetangga mulai berkemas. Mereka

            bersiap  pulang  dan  meninggalkan  kampung  sebelah



                                          41
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54