Page 47 - SD_Danau Laut Tador
P. 47

“Anak-anakmu?”  tanya  ayah  kepada  tetangga.
            Dia tidak melihat ada anak-anak dalam rombongan itu.

            Dalam hati ayah, semoga anak-anak tetangga ada juga
            yang  tidak  ikut,  jadi  ada  yang  bernasib  sama  dengan

            Tador.
                 “Oh, mereka  sudah  sejak  tadi  pergi.  Tidak  sabar

            mereka ke sungai. Paling-paling sudah main air mereka
            sekarang,” jawab tetangga.

                 Ayah dan ibu mengangguk-angguk. Mereka saling
            pandang.  Sekilas  terbersit  penyesalan,  tetapi  hanya

            sekilas.  Setelah  itu,  mereka  kembali  dalam  suka  cita.
            Riang menjalani jalan tanah yang tidak basah.

                 Tidak  berapa  lama  kemudian,  tampak  sungai
            terbentang. Beberapa anak sudah tampak basah kuyup.

            Mereka  bertelanjang  dada.  Celana  pendek  mereka
            tampak lengket ke kulit. Beberapa dari mereka malah

            tampak  menggigil, mungkin  sudah  terlalu  banyak
            bermain air.

                 Ayah  dan  ibu  pun  larut.  Penuh  suka  cita  mereka
            mandi pangir. Tradisi yang sudah dilakukan para kakek

            dan nenek mereka sejak dulu. Ramuan wangi-wangian
            mereka buka. Ibu memakai kain basahan. Kain panjang

            yang dililitkan di badan mulai dari bawah ketiak menutupi



                                          39
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52