Page 58 - SD_Bukit Perak
P. 58

Dano  Lamo  lantang  kepada  Datuk  Sengalo.  Namun,
            tetap saja tidak ada suara dari Datuk Sengalo.

                 “Datuk  Sengalo!  Aku  peringatkan.  Jika  kau  dan

            warga tidak keluar dari persembunyianmu, kami akan
            menggali dan menghancurkan bukit ini,” gertak Datuk

            Dano Lamo. Namun, tetap saja tidak ada sahutan. Hal
            ini membuat geram Datuk Dano Lamo.

                 “Baiklah. Ayo, kita hancurkan bukit ini. Gali mulai

            dari atas,” perintah Datuk Dano Lamo.
                 Seluruh pasukan dari desa Dano Lamo dan pasukan

            Belanda  bergerak  bahu-membahu  menggali  bukit  dari
            puncaknya. Sementara itu, yang lain bersiaga di sekitar

            bukit.  Mereka  mengawasi  jika  ada  warga  yang  akan

            meloloskan diri. Semeter, dua meter, tiga meter, empat
            meter,  hingga  sampai  beberapa  meter  galian,  mereka

            seperti menemukan sebuah pintu dan pintu itu seperti

            tidak  terkunci.  Lalu,  mereka  membukanya.  Ketika
            dibuka mereka terkejut. Sebuah moncong meriam sudah

            mengarah ke mereka. Mereka hanya bisa terperangah.

                 “Booooooooommmmm….!!”
                 Sebuah ledakan besar menghantam hampir seluruh

            pasukan  Datuk  Dano  Lamo  dan  pasukan  Belanda




                                          46
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63