Page 56 - SD_Bukit Perak
P. 56

menjadi rencana Datuk Sengalo pastilah untuk kebaikan

            mereka. Mulai dari orang tua, pemuda-pemudi, bahkan
            anak-anak  semua  saling  bergotong-royong  bekerja

            membantu rencana Datuk Sengalo.

                 “Ayo!  Timbun  rumahku  dan  sisakan  lubang di
            atasnya agar kalian bisa masuk ke dalamnya. Biar aku

            yang  akan  menutup  rapat  lubang  atas  itu.  Sebelum

            matahari terbit kita semua sudah harus berada di dalam
            rumahku.”

                 Dengan  sigap dan  segenap  tenaga  dikerahkan,
            seluruh  penduduk  bahu-membahu  menimbun  rumah

            Datuk Sengalo menjadi seperti sebuah bukit malam itu

            juga.  Setelah selesai,  mereka  semua  masuk  ke  dalam
            rumah  Datuk  Sengalo  yang  telah  ditimbun  itu.  Lalu,

            Datuk menutup lubang terebut.
                 Keesokan harinya, datanglah pasukan Datuk Dano

            Lamo beserta dengan pasukan Belanda guna menyerang

            dan  menghancurkan  desa  Datuk  Sengalo.  Belanda
            datang  dengan  senjata  lengkapnya,  sedangkan  Datuk

            Dano Lamo hanya membawa keris perak. Prajurit dari

            Datuk Dano Lamo datang membawa keris dan tombak.
            Sesampainya di desa Datuk Sengalo, mereka terheran-

            heran. Mereka melihat desa dalam keadaan sunyi sepi.




                                          44
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61