Page 57 - SD_Bukit Perak
P. 57
Tak ada satu wargapun yang mereka temukan. Yang
mereka temukan hanya sebuah bukit yang menjulang
tinggi berada di pertengahan desa.
“Ke mana mereka? Apa mereka sudah mengetahui
kedatangan kita?” tanya pemuda anak Datuk Dano
Lamo.
“Mengapa ada bukit di tengah-tengah desa ini?”
tanya salah seorang prajurit Belanda.
“Kalau dilihat dari tanahnya, sepertinya bukit ini
baru saja dibuat. Mungkin mereka ada di dalam bukit
ini?” kata Datuk Dano Lamo.
“Mana mungkin ada manusia yang bisa hidup di
dalam perut bukit,” seru salah seorang pasukan Belanda.
“Dia orang sakti,” kata Datuk Dano Lamo.
“Lalu apa yang harus kita lakukan, Ayah?” tanya
anak Datuk Dano Lamo.
“Datuk Sengalo, keluarlah! Kau tak perlu
bersembunyi bersama wargamu. Kau dan wargamu tak
akan terluka jika mau menyerahkan upeti. Itu saja. Lagi
pula, keris perak sekarang sudah berada di tanganku.
Kau tak bisa menyembunyikan diri lagi,” rayu Datuk
45