Page 26 - Modul 11 IPA ok
P. 26

2)  Demokrasi  tidak  langsung,  yaitu  paham  demokrasi  yang  dilaksanakan
                     melalui sistem perwakilan.
            3.  Prinsip-prinsip Demokrasi
                Henry B. Mayo sebagaimana dikutip oleh Miriam Budiardjo dalam bukunya yang
            berjudul Dasar-dasar Ilmu Politik mengungkapkan prinsip-prinsip demokrasi tersebut
            sebagai berikut:
                a.  Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.
                b.   Mejamin terseleggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakatyang
                    sedang berubah.
                c.  Menyeleggarakan pergantian pimpinan secara teratur.
                d.  Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
                e.  Megakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.
                f.   Menjamin tegaknya keadilan.

                 Dinamika Penerapan Demokrasi

            1.  Pelaksanaan Demokrasi pada Masa Demokrasi Liberal
                Sejak  merdeka,  bangsa  Indonesia  menganut  prinsip  demokrasi  Pancasila  dalam
            konstitusinya.  Akan  tetapi,  dalam  perjalanan  sejarah  kehidupan  politik  bangsa  kita,
            demokrasi  Pancasila  mengalami  penyimpangan.  Penyimpangan  pertama  terjadi  pada
            bulan November 1945. Atas usul dari Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat
            (BP-KNIP), sistem pemerintahan yang menurut UUD 1945 harus presidensial berubah
            menjadi kabinet parlementer. Sistem demokrasinya pun berubah, dari sistem demokrasi
            Pancasila ke Demokrasi Liberal.
                Sistem demokrasi Liberal ini terus dipertahankan sampai dengan tahun 1959.Pada
            masa  Demokrasi  Liberal,  partai-partai  politik  tumbuh  dengan  suburnya,sehingga  di
            Indonesia banyak partai. Sejak tahun 1950 pelaksanaan demokrasi liberal semakin jelas.
            Akibat demokrasi ini, di Indonesia sering terjadi pergantiankabinet sebagai akibat mosi
            tidak  percaya  dari  parlemen.  Kabinet  sering  jatuhbangun  karena  adanya  mosi  tidak
            percaya  itu.  Akibatnya,  instabilitas(ketidakstabilan)  terjadi  di  mana-mana.  Badan
            Konstituante sebagai hasil pemilihan umum yang diserahi tugas untuk membuat UUD
            yang  baru  tidak  mampu  melahirkan  UUD  yang  baru,  akibatnya  timbulah  berbagai
            ketegangan.  Karena  situasi  nengarasemakin  diancam  bahaya,  Presiden  Soekarno
            mengambil langkah Dekrit Presiden 5Juli 1959. Isi Dekrit tersebut ialah:
                  •  Membubarkan Badan Konstituante
                  •  Menyatakan kembali ke UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950;
                  •  Membentuk MPRS dan DPAS.
                  Sejak peristiwa Dekrit Presiden 5 Juli 1959, bangsa Indonesia memasuki erabaru,
            yaitu masa pemerintahan orde lama (demokrasi terpimpin).

            2.  Pelaksanaan Demokrasi pada Masa Orde Lama
                Sejak  Dekrit  Presiden  5  Juli  1959,  secara  hukum,  sitem  demokrasi  kembali
            kedemokrasi  Pancasila.  Akan  tetapi,  dalam  pelaksanaannya  sistem  demokrasi
            yangterjadi  adalah  sistem  demokrasi  totaliter,  di  mana  kekuasaan  berada  di  tangan
            Ir.Soekarno  sebagai  Presiden.  Pada  masa  ini  terjadi  banyak  penyimpangan
            terhadapPancasila dan UUD 1945 di antaranya:
                                                                         Modul PPKn 11 | 21
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31