Page 8 - PERTEMUAN 6(2)
P. 8
4) Dasar pertanggungjawabannya adalah iman akan Yesus Kristus yang telah
menyelamatkan semua orang, tanpa pandang bulu agama, suku,rasa, ideologi,
kebudayaan dan latar belakang apa pun. St. Paulus berkata, ”kasih karunia Allah
yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata” (Titus 2:11). Allah
menyelamatkan semua orang dan semua manusia, maka Gereja Katolik harus
sungguh menjadi sakramen keselamatan dengan perkataan dan perbuatan,
melalui pergulatan dan usaha pembebasan manusia, pembebasan sepenuhnya
dan seutuhnya bagi semua orang, terutama mereka yang miskin dan terlantar.
3. Upaya Gereja Katolik untuk Membangun persatuan dan perdamaian Bangsa
Indonesia
a. Konflik bernuansa agama yang pernah terjadi di Maluku pada masa lalu telah berakhir,
dan kini masyarakat terus berusaha hidup damai dan bersatu dalam ikatan budaya
pelagandong. Salah satu tokoh sentral yang mampu menanggulangi konflik berdarah
itu adalah Mgr. PC. Mandagi.Ia bersusah payah membangun komunikasi dengan
tokoh-tokoh agama lain serta pemerintah untuk mendamaikan kembali masyarakat
Ambon yang bertikai.
b. Perjuangan Mgr. Mandagi, untuk mengembalikan suasana damai di Maluku tidak
tanggung-tanggung Ketika masyarakat Maluku diobok-obok oleh orang luar Maluku,
dan pemerintah seperti tidak berdaya menghadapinya, Mgr. Mandagi mendesak dunia
internasional (PBB) untuk turun tangan membantu penyelesaian masalah kemanusian
yang tercabik-cabik itu. Upaya itu tidak sia-sia, dalam perjalanan waktu, akhirnya
Maluku kembali damai dan sejahtera. Hubungan erat persaudaraan dalam ikatan
budaya pelagandong kini kembali merekatkan mereka.
c. Perjuangan Mgr. Mandagi, adalah perjuangan nyata Gereja Katolik di kawasan Maluku
untuk membangun perdamaian dan persatuan masyarakat, tanpa mengenal batas-
batas agama, suku, etnis yang hidup bersama di bumi pelagandong itu
8