Page 168 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 168

BAB I
                                                      PENDAHULUAN



                        1.1 Latar Belakang Masalah
                                Wakaf dan hibah merupakan instrumen penting dalam khazanah
                        Islam yang sejak dahulu berperan besar dalam kehidupan sosial umat.
                        Keduanya tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga dapat
                        diaplikasikan dalam bentuk non-material. Wakaf, secara etimologis berarti
                        menahan harta untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umum tanpa
                        mengurangi nilai pokoknya, sementara hibah adalah pemberian sukarela
                        dari seseorang kepada orang lain untuk tujuan kebaikan. Dalam
                        perkembangan modern, kedua konsep ini dapat diperluas tidak hanya
                        terbatas pada harta benda, tetapi juga meliputi sumbangan waktu, tenaga,
                        pengetahuan, dan ide yang ditujukan demi kebermanfaatan bersama.
                        Dengan demikian, Wakaf dan hibah tidak hanya relevan dalam aspek
                        ekonomi, tetapi juga menjadi landasan sosial, spiritual, dan edukatif yang
                        mendukung misi pendidikan Islam. Menurut etimologinya, wakaf berarti
                        memberi     harta   untuk   digunakan     untuk   kebutuhan     umum     tanpa
                        menurunkan nilainya, seperti yang dinyatakan dalam firman Allah SWT:
                                                         ع
                                              مٌيلِعَ لِلِ ل ل لّلإف ءٍْعَ يّلِ اوقُلِيْقُ اعِ ع و عّوبِ ل حقُ الِلِ اوقُلِيْقُ ى ٰلُعح ل ّلِيلا اوقلاعْعُ يّعل
                                                            ي
                                                     ع
                        Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna,
                        sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cinta. Dan apa
                        pun yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinyai.”
                        (QS. Ali Imran [3]: 92).
                                Sebaliknya, hibah adalah pengalihan sukarela seseorang kepada
                        orang lain untuk tujuan mencapai kebaikan, sesuai dengan firman Allah
                        SWT:

                                                                                                     ع
                                                                               عّيلْلِيحقِيلا ب ّ ل حقي ل ل لّلإ اوقْلِيحَ ع و
                                                                                           ع
                        Artinya: “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai
                        orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 195).
                                Dalam perkembangan kontemporer, konsep ini dapat diterapkan
                        tidak hanya pada harta benda tetapi juga pada sumbangan waktu, tenaga,
                        pengetahuan, dan gagasan yang dibahas untuk saling menguntungkan.
                        Rasulullah ﷺ bersabda:
                                                                                                      ع
                                                       ع
                                          ع
                                                                ع
                                                                       ع
                                 ٍللاعَ ءٍعل ع و ي وَ ،لِلِ قُعِعُيْقي ء ٌيِلَ ي وَ ،ءٍعي ل ّاعَ ءٍَعٍعَ :ءٍ ع َث يّلِ ل ّلإ قِقِعِعَ قِيْعَ عُ ع َعُيْا قّاعِيْ ل إا عَاعِ اَلإ
                                 ء
                                                                                                 قِعل وقَيٍعي
                        Artinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya
                        kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak
                        saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim, No. 1631).
                                Oleh karena itu, wakaf dan hibah tidak hanya relevan dari sisi
                        ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai pilar sosial, spiritual, dan
                        pendidikan yang mendukung tujuan pendidikan Islam. Dalam konteks
                        pendidikan, terutama di madrasah, keterbatasan dana sering kali menjadi
                        hambatan utama dalam pelaksanaan berbagai program sosial yang
                        bermanfaat bagi siswa maupun masyarakat sekitar. Banyak madrasah

                                                                                                      1
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173