Page 169 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 169

menghadapi persoalan minimnya sumber daya finansial untuk mendukung
                        kegiatan sosial, pengembangan karakter, serta program pemberdayaan
                        masyarakat. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara visi madrasah
                        dalam melahirkan generasi yang unggul, berkarakter sosial, dan religius
                        dengan realitas keterbatasan sumber daya. Akibatnya, sebagian program
                        sosial sering tertunda atau bahkan tidak dapat terlaksana karena
                        keterbatasan pendanaan.
                                Sejumlah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pengelolaan
                        sumber daya non-finansial dapat menjadi alternatif solusi. Penelitian
                        Mubarok (2019) menemukan bahwa praktik Wakaf berbasis keterampilan
                        dan   tenaga    mampu      meningkatkan     keberlanjutan    program     sosial
                        di pesantren. Sementara itu, Rahmawati (2021) menegaskan bahwa hibah
                        non-material berupa ide dan kreativitas guru berkontribusi signifikan
                        terhadap pengembangan kurikulum berbasis karakter. Dengan demikian,
                        optimalisasi   potensi    non-finansial   dapat    menjadi     jawaban     atas
                        keterbatasan dana dalam menjalankan misi sosial dan dakwah madrasah.
                                Dalam perspektif manajemen pendidikan Islam, kepala madrasah
                        memegang peran strategis sebagai supervisor yang tidak hanya
                        mengawasi aspek akademik, tetapi juga membina, memberdayakan, dan
                        memotivasi guru. Teori Supervisi Akademik menekankan bahwa supervisi
                        adalah sarana pembinaan dan pemberdayaan potensi guru. Jika dikaitkan
                        dengan konsep Wakaf dan hibah, maka supervisi dapat menjadi medium
                        integratif yang mengoptimalkan kontribusi waktu, tenaga, serta ide guru
                        sebagai bentuk ibadah dan amal jariyah. Inilah yang kemudian
                        menegaskan nilai integrasi keilmuan Islam, yakni bagaimana ajaran Islam
                        (Wakaf    dan   hibah)   dipraktikkan    dalam    sistem   pendidikan    untuk
                        membangun keberlanjutan sosial.
                                Dengan     demikian,    Supervisi    Berbasis    Wakaf    dan    Hibah
                        menawarkan pendekatan inovatif dalam pengelolaan sumber daya
                        manusia di madrasah. Pendekatan ini menekankan integrasi antara nilai-
                        nilai keikhlasan Islam dengan manajemen modern, sehingga supervisi
                        tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga spiritual dan sosial. Oleh
                        karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk menggali lebih dalam
                        bagaimana kepala madrasah dapat menjalankan perannya sebagai
                        supervisor yang mengintegrasikan ajaran Islam dengan praktik pendidikan,
                        guna memberdayakan guru serta mewujudkan madrasah yang berdaya,
                        berkarakter sosial, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
                        1.2 Rumusan Masalah
                             Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam
                        penelitian ini adalah sebagai berikut:
                        1. Bagaimana konsep Wakaf dan hibah dalam perspektif Al-Qur’an dan
                            Hadis dapat diaplikasikan dalam supervisi pendidikan di madrasah?
                        2. Bagaimana implementasi supervisi berbasis Wakaf dan hibah dapat
                            mengoptimalkan kontribusi guru melalui waktu, tenaga, ilmu, dan ide
                            sebagai amal jariyah?
                             3. Apa     peran    kepala    madrasah     sebagai    supervisor    dalam
                                  memberdayakan        guru    sesuai     prinsip   keikhlasan     dan
                                  kemaslahatan yang diajarkan Islam?


                                                                                                      2
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174