Page 265 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 265
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah memicu
transformasi besar dalam sistem transportasi perkotaan melalui hadirnya
layanan transportasi daring seperti Gojek, Grab, dan Maxim. Meskipun
menawarkan efisiensi waktu dan kemudahan akses, aktivitas transportasi
daring menimbulkan konsekuensi lingkungan berupa peningkatan emisi
karbon dioksida (CO₂) yang berdampak terhadap perubahan iklim
perkotaan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (KLHK, 2023), sektor transportasi menyumbang sekitar 27%
dari total emisi karbon nasional, dan sebagian besar bersumber dari
kendaraan bermotor berbahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas
transportasi online di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor; mengidentifikasi
faktor-faktor penyebab peningkatan emisi; menilai dampaknya terhadap
perubahan iklim perkotaan; serta merumuskan strategi mitigasi menuju
transportasi daring berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis inferensial. Data
diperoleh melalui survei terhadap 400 responden (pengemudi dan
pengguna transportasi daring), observasi lapangan, serta data sekunder
dari KLHK, BPS, dan BMKG. Analisis regresi linier berganda digunakan
untuk menguji pengaruh variabel jarak tempuh, jenis kendaraan, dan
waktu operasi terhadap total emisi karbon. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kendaraan roda dua menghasilkan rata-rata 80,85 g CO₂/km,
sedangkan kendaraan roda empat mencapai 196,35 g CO₂/km. Faktor
jenis kendaraan merupakan variabel paling dominan yang memengaruhi
emisi (β = 0,825; p < 0,001), disusul oleh jarak tempuh dan waktu operasi.
Total emisi dari aktivitas transportasi daring di ketiga kota tersebut
mencapai sekitar 3,24 ton CO₂ per hari. Peningkatan emisi ini
berkontribusi terhadap kenaikan suhu mikro perkotaan (urban heat island)
sebesar 0,5–1,2°C per dekade. Kesimpulan penelitian ini adalah
merekomendasikan strategi mitigasi berupa elektrifikasi armada
transportasi online, penerapan algoritma rute efisien berbasis kecerdasan
buatan (AI), program insentif hijau bagi pengemudi ramah lingkungan,
serta integrasi kebijakan transportasi digital dalam program Net Zero
Emission 2060.
Kata kunci: emisi karbon, transportasi daring, keberlanjutan perkotaan,
kendaraan listrik.
viii

