Page 270 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 270
II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Pengertian Sistem Transportasi Berkelanjutan
a) Latar konseptual
Konsep Sistem Transportasi Berkelanjutan (Sustainable
Transportation System) muncul sebagai respons terhadap meningkatnya
dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi akibat pertumbuhan sektor
transportasi. Menurut Banister (2008), sistem transportasi berkelanjutan
adalah sistem mobilitas yang memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini
tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi
kebutuhannya, baik dari sisi energi, lingkungan, maupun kesejahteraan
sosial.
b) Definisi dan Ciri Utama
Secara umum, sistem transportasi berkelanjutan diartikan sebagai,
yaitu: suatu sistem transportasi yang menyediakan aksesibilitas dan
mobilitas yang efisien, aman, terjangkau, dan berkeadilan sosial, dengan
dampak lingkungan yang minimal serta mendukung keseimbangan antara
pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologi.” (Litman, 2013; Banister,
2008; Gudmundsson dan Höjer, 1996). Berdasarkan definisi tersebut,
sistem transportasi berkelanjutan memiliki tiga pilar utama:
Tabel 1. Dimensi, Fokus Keberlanjutan dan Contoh Implementasi
Dimensi Fokus Keberlanjutan Contoh Implementasi
Mengurangi emisi Penggunaan kendaraan
Lingkungan karbon, polusi udara, listrik (EV), transportasi
(Environmental dan konsumsi energi publik berbasis energi
Sustainability)
fosil. terbarukan.
Efisiensi biaya Pengembangan sistem
Ekonomi transportasi dan logistik hijau dan
(Economic peningkatan transportasi massal hemat
Sustainability)
produktivitas ekonomi. energi.
Keadilan akses, Akses transportasi untuk
Sosial (Social keselamatan, dan semua kelompok sosial
Sustainability) peningkatan kualitas dan penyandang
hidup masyarakat. disabilitas.
Sumber: Litman, 2013; Banister, 2008; Gudmundsson dan Höjer, 1996
Dengan demikian, keberlanjutan dalam transportasi tidak hanya
diukur dari kelancaran mobilitas, tetapi juga dari efisiensi energi,
pengurangan polusi udara dan emisi karbon, serta peningkatan kualitas
hidup masyarakat perkotaan.
2.1.2 Prinsip-Prinsip Transportasi Berkelanjutan
Berdasarkan teori Banister (2008), prinsip utama sistem transportasi
berkelanjutan mencakup tiga dimensi pembangunan berkelanjutan (triple
bottom line):
a) Aspek Lingkungan (Environmental Sustainability)
(1) Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan meningkatkan
efisiensi energi.
4

