Page 271 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 271

(2) Menekan emisi gas rumah kaca (CO₂, NOx, CH₄).
                            (3) Mengadopsi teknologi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik
                                (EV), biofuel, atau hybrid.
                            (4) Mendorong tata ruang perkotaan yang ramah transportasi publik
                                dan non-motorized transport (sepeda, jalan kaki).
                        b) Aspek Ekonomi (Economic Sustainability)
                             (1) Menyediakan sistem transportasi dengan biaya operasional efisien.
                             (2) Mendukung aktivitas ekonomi melalui mobilitas barang dan jasa
                                tanpa menimbulkan eksternalitas negatif (macet, polusi).
                             (3) Mengintegrasikan      investasi    publik    dan    swasta      dalam
                                pengembangan transportasi bersih.
                        c)  Aspek Sosial (Social Sustainability)
                             (1) Menjamin aksesibilitas dan keadilan mobilitas bagi seluruh lapisan
                                masyarakat.
                             (2) Meningkatkan      keselamatan      dan    kenyamanan       pengguna
                                transportasi.
                             (3) Mendorong     perubahan      perilaku   menuju     mobilitas   ramah
                                lingkungan (eco-mobility).
                             Ketiga aspek ini saling berkaitan dan harus diseimbangkan agar
                        sistem transportasi dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.

                        2.1.3 Indikator Transportasi Berkelanjutan
                             Menurut Black dan Schreffler (2010) serta European Commission
                        (2018), indikator utama dalam menilai keberlanjutan transportasi.
                        Tabel2. Indikator Transportasi Berkelanjutan
                          Dimensi                Indikator                     Keterangan
                                       - Emisi karbon (CO₂)
                        Lingkungan - Konsumsi energi                   Mengukur dampak ekologis
                                                                       transportasi
                                       - Kualitas udara
                                       - Efisiensi biaya perjalanan    Menilai dampak ekonomi
                        Ekonomi        - Produktivitas transportasi    dan penggunaan sumber
                                       - Ketahanan energi              daya
                                       - Aksesibilitas publik          Menggambarkan
                        Sosial         - Keselamatan lalu lintas       inklusivitas dan
                                       - Persepsi pengguna             kesejahteraan pengguna
                        Sumber: Black dan Schreffler (2010)

                             Ketiga indikator ini digunakan untuk menilai sejauh mana sistem
                        transportasi online di Jakarta, Depok dan Bogor berkontribusi terhadap
                        atau justru menghambat pencapaian transportasi berkelanjutan.
                        2.1.4 Tantangan Transportasi Berkelanjutan di Indonesia
                              Meskipun konsep sistem transportasi berkelanjutan telah diadopsi
                        dalam berbagai kebijakan nasional, seperti Rencana Umum Energi
                        Nasional (RUEN) dan Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas
                        Rumah     Kaca    (RAN-GRK),       implementasinya     di   lapangan     masih
                        menghadapi berbagai kendala struktural dan sosial. Berikut uraian
                        tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan transportasi
                        rendah emisi dan berkelanjutan. Implementasi sistem transportasi



                                                               5
   266   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276