Page 272 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 272

berkelanjutan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, di antaranya
                        adalah sebagai berikut:
                        a) Dominasi Kendaraan Bermotor Konvensional
                            Sektor transportasi Indonesia hingga kini masih didominasi oleh
                        kendaraan berbahan bakar fosil, khususnya sepeda motor, yang
                        menyumbang sekitar 80% dari total kendaraan yang beroperasi di jalan
                        raya (BPS, 2024). Ketergantungan ini berdampak langsung pada
                        meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan emisi karbon
                        (CO₂) di wilayah perkotaan. Fenomena ini diperkuat oleh beberapa faktor:
                             (1) Harga kendaraan bermotor relatif terjangkau dan mudah diakses
                                masyarakat.
                             (2) Sistem transportasi publik yang belum sepenuhnya efisien.
                             (3) Budaya mobilitas pribadi yang kuat, terutama di kalangan pekerja
                                urban dan pengguna transportasi online.
                            Menurut IEA (2023), kendaraan roda dua di Indonesia menyumbang
                        lebih dari 40% emisi sektor transportasi darat, terutama akibat
                        penggunaan      bahan    bakar    bensin    beroktan    rendah    dan    mesin
                        konvensional tanpa kontrol emisi modern. Kondisi ini menjadi tantangan
                        utama dalam transisi menuju sistem transportasi rendah karbon.
                            Sedangkan Menurut BPS (2024) bhawa sektor transportasi masih
                        didominasi kendaraan berbahan bakar fosil, khususnya sepeda motor,
                        yang menyumbang sekitar 80% dari total kendaraan di jalan.
                        b) Keterbatasan Infrastruktur Transportasi Publik dan EV
                            Meskipun pemerintah telah menginisiasi berbagai proyek transportasi
                        ramah lingkungan seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan bus listrik
                        TransJakarta, keberadaannya masih terpusat di kota-kota besar dan
                        belum menjangkau daerah penyangga atau kota menengah.
                            Selain itu, infrastruktur kendaraan listrik (EV) seperti stasiun pengisian
                        daya (charging station) masih sangat terbatas hanya sekitar 1.200 titik
                        pengisian di seluruh Indonesia (Kementerian ESDM, 2024), jumlah yang
                        jauh dari kebutuhan untuk mendukung ekosistem transportasi hijau.
                        Keterbatasan ini mengakibatkan adalah sebagai beriku:
                           (1) Rendahnya adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi online.
                           (2) Biaya operasional EV yang masih tinggi karena minimnya subsidi
                               energi bersih.
                           (3) Ketimpangan akses transportasi publik ramah lingkungan antara
                               wilayah metropolitan dan daerah lain.
                            Dengan demikian, tanpa perluasan jaringan transportasi publik dan
                        infrastruktur  EV    secara    merata,    penerapan      sistem    transportasi
                        berkelanjutan masih sulit terwujud secara nasional.
                        c)  Pola Mobilitas Individualistik
                            Kecenderungan masyarakat perkotaan Indonesia terhadap pola
                        mobilitas individualistik menjadi hambatan psikologis dan perilaku dalam
                        implementasi transportasi berkelanjutan. Masyarakat lebih memilih moda
                        transportasi individu seperti ojek online dan mobil pribadi, karena
                        dianggap lebih fleksibel, cepat, dan efisien secara waktu. Namun, secara
                        ekologis, perilaku ini meningkatkan total emisi karbon per kapita, karena




                                                               6
   267   268   269   270   271   272   273   274   275   276   277