Page 389 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 389
ABSTRAK
Aktivitas fisik ringan yang aman sangat penting bagi ibu hamil dalam
menjaga kebugaran jantung, keseimbangan sirkulasi darah, dan kestabilan
kadar oksigen tubuh. Salah satu aktivitas yang secara alami dilakukan oleh
muslimah adalah salat, yang melibatkan rangkaian gerakan seperti berdiri,
rukuk, sujud, dan duduk. Setiap posisi memiliki efek fisiologis yang berbeda
terhadap sistem kardiovaskular dan respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menilai perubahan fisiologis ibu hamil selama pelaksanaan gerakan salat
menggunakan teknologi smartwatch, serta menganalisis efektivitas
perangkat tersebut sebagai alat pemantau kesehatan berbasis digital.
Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan
desain one-group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup ibu hamil
trimester kedua di wilayah Jakarta Timur, dengan jumlah sampel sebanyak
30 orang yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria
kesehatan normal. Parameter fisiologis yang diukur meliputi detak jantung
(heart rate), kadar oksigen darah (SpO₂), dan tingkat aktivitas tubuh (activity
level) yang direkam secara real time menggunakan smartwatch bersensor
Photoplethysmography (PPG) dan accelerometer. Hasil penelitian
menunjukkan adanya perubahan fisiologis yang signifikan tetapi tetap
dalam batas normal. Rata-rata detak jantung meningkat dari 84,6 bpm pada
posisi berdiri menjadi 92,5 bpm saat sujud, sedangkan nilai SpO₂ stabil di
kisaran 97–98%. Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikansi > 0,05,
menandakan data bersifat homogen. Hasil paired sample t-test
menunjukkan perbedaan signifikan antarposisi (p < 0,05), terutama antara
posisi berdiri dan sujud (p = 0,000). Nilai N-Gain sebesar 0,46 menunjukkan
peningkatan efisiensi fisiologis dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan
bahwa gerakan salat memberikan stimulasi fisiologis ringan yang aman dan
bermanfaat bagi ibu hamil. Aktivitas ini membantu melancarkan sirkulasi
darah, meningkatkan efisiensi kerja jantung, serta menjaga stabilitas
oksigenasi tubuh tanpa menimbulkan stres fisik. Penggunaan smartwatch
terbukti efektif sebagai alat pemantau fisiologis non-invasif, akurat, dan
praktis, sehingga berpotensi digunakan sebagai sarana monitoring
kesehatan maternal berbasis ibadah.
Kata kunci: smartwatch, fisiologis, ibu hamil.
iv

