Page 394 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 394

BAB III
                                                 METODOLOGI PENELITIAN


                        3.1 Desain Penelitian
                            Penelitian  ini  menggunakan  metode  quasi-experimental  (eksperimen
                        semu)      dengan        desain      one-group       pretest-posttest      design.
                        Desain ini dipilih karena sesuai untuk mengamati perubahan fisiologis yang
                        terjadi  pada  kelompok  subjek  yang  sama  sebelum  dan  sesudah  diberi
                        perlakuan, tanpa melibatkan kelompok kontrol. Dalam konteks penelitian ini,
                        perlakuan (treatment) yang dimaksud adalah pelaksanaan gerakan salat oleh
                        ibu  hamil,  sedangkan  pengukuran  perubahan  fisiologis  dilakukan
                        menggunakan smartwatch sebagai alat bantu pemantauan.
                            Desain  one-group  pretest-posttest  memungkinkan  peneliti  untuk
                        membandingkan data fisiologis awal (pretest) dengan data setelah perlakuan
                        (posttest)        dalam         satu         kelompok          yang         sama.
                        Dengan  demikian,  setiap  responden  berfungsi  sebagai  kontrol  bagi  dirinya
                        sendiri. Pendekatan ini efektif digunakan ketika intervensi atau perlakuan yang
                        diteliti  tidak  memungkinkan  adanya  kelompok  pembanding  karena  alasan
                        etika, seperti dalam kasus ibu hamil.
                        Tabel 1. Skema desain penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:
                             Tahapan                                 Keterangan
                                          Pengukuran  awal  terhadap  parameter  fisiologis  ibu  hamil
                                          sebelum melakukan salat, meliputi detak jantung (heart rate),
                         Pretest (O₁)
                                          kadar  oksigen  dalam  darah  (SpO₂),  dan  tingkat  aktivitas
                                          (activity level).
                                          Pelaksanaan  serangkaian  gerakan  salat  (berdiri,  rukuk,
                                          sujud, dan duduk) yang dilakukan sesuai ketentuan tata cara
                         Treatment (X)
                                          ibadah  salat.  Selama  proses  ini,  smartwatch  merekam
                                          perubahan fisiologis secara real time.
                                          Pengukuran  ulang  parameter  fisiologis  setelah  seluruh
                         Posttest (O₂)
                                          rangkaian gerakan salat selesai dilakukan.
                            Hubungan antarvariabel dalam desain ini dapat dinyatakan dengan rumus
                        sederhana:
                                                           Δ =    −   
                                                                 2
                                                                      1

                            di mana Δmenunjukkan perubahan nilai fisiologis sebelum dan sesudah
                        perlakuan.
                            Desain  quasi-experimental  ini  memberikan  keuntungan  praktis  dan  etis
                        karena  tidak  memerlukan  manipulasi  ekstrem  terhadap  subjek  penelitian.
                        Selain  itu,  dengan  penggunaan  teknologi  wearable  seperti  smartwatch,
                        pengukuran  dapat  dilakukan  tanpa  mengganggu  aktivitas  alami  responden
                        selama beribadah.



                                                                9
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399