Page 398 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 398

dilengkapi dengan dua sensor utama, yaitu Photoplethysmography (PPG) dan
                        accelerometer.
                        1.  Sensor PPG (Photoplethysmography)
                            Sensor  ini  berfungsi  untuk  mendeteksi  perubahan  volume  darah  pada
                            pembuluh kapiler di pergelangan tangan menggunakan cahaya LED dan
                            fotodetektor.
                            Melalui prinsip ini, smartwatch dapat mengukur detak jantung (heart rate)
                            secara     akurat    dengan      satuan     beats    per     minute    (bpm).
                            Data  direkam  secara  kontinu  selama  seluruh  rangkaian  gerakan  salat
                            berlangsung, dan hasilnya tersimpan otomatis dalam memori perangkat
                            atau aplikasi pendukung di ponsel pintar.
                        2.  Sensor Accelerometer
                            Sensor ini digunakan untuk mengukur percepatan gerak tubuh pada tiga
                            sumbu (x, y, z) dan mengonversinya menjadi nilai tingkat aktivitas (activity
                            level).
                            Melalui  data  accelerometer,  smartwatch  mampu  mengenali  perbedaan
                            gerakan  antarposisi  salat  (berdiri,  rukuk,  sujud,  duduk)  dan  menghitung
                            intensitas            aktivitas           fisik          ibu            hamil.
                            Hasil  pengukuran  kemudian  digunakan  untuk  menentukan  besarnya
                            perubahan aktivitas selama transisi antargerakan.
                        3.  Fitur Tambahan Smartwatch
                            Selain  dua  sensor  utama  tersebut,  smartwatch  juga  memiliki  sensor
                            oksimetri  untuk  mengukur  kadar  oksigen  dalam  darah  (SpO₂).
                            Pengukuran  SpO₂  dilakukan  secara  non-invasif  dengan  menembakkan
                            cahaya  merah  dan  inframerah  melalui  kulit,  kemudian  menganalisis
                            pantulan       cahaya        yang        diserap       oleh      hemoglobin.
                            Nilai  SpO₂  direkam  dalam  bentuk  persentase  (%)  dan  digunakan  untuk
                            menilai kestabilan sistem pernapasan selama aktivitas salat.
                        4.  Kalibrasi Alat
                            Sebelum  digunakan,  smartwatch  dikalibrasi  dengan  alat  medis  standar
                            (oximeter digital dan tensimeter otomatis) untuk memastikan keakuratan
                            data.
                            Kalibrasi  dilakukan  pada  10  responden  secara  acak  dan  hasil
                            perbandingan menunjukkan deviasi kurang dari 5%, yang masih berada
                            dalam batas toleransi alat kesehatan non-klinis (Kim et al., 2023).
                            Dengan demikian, smartwatch dalam penelitian ini berperan sebagai alat
                        ukur fisiologis utama yang mampu merekam data secara kontinu, objektif, dan
                        efisien tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah salat.
                        3.4.2 Lembar Observasi Perubahan Posisi
                              Lembar  observasi  digunakan  oleh  peneliti  untuk  mencatat  perubahan
                        posisi  tubuh  responden  selama  pelaksanaan  salat.  Lembar  ini  berfungsi
                        sebagai kontrol manual untuk memastikan bahwa setiap data fisiologis yang
                        terekam  oleh  smartwatch  sesuai  dengan  posisi  gerakan  yang  sedang
                        dilakukan.


                                                                13
   393   394   395   396   397   398   399   400   401   402   403