Page 402 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 402

menjadi 1.9 ± 0.5 unit saat sujud, lalu menurun kembali menjadi 1.2 ± 0.3 unit
                        pada posisi duduk.
                             Pola ini menggambarkan bahwa sujud merupakan fase dengan aktivitas
                        otot tertinggi, diikuti rukuk, sedangkan posisi berdiri dan duduk merupakan fase
                        dengan aktivitas terendah.
                             Interpretasi ini konsisten dengan hasil penelitian Sari & Rahma (2022)
                        yang  menemukan  bahwa  posisi  sujud  meningkatkan  tekanan  intratorakal
                        positif dan memperlancar aliran vena balik ke jantung. Gerakan ini berperan
                        penting dalam menjaga elastisitas otot punggung, meningkatkan sirkulasi, dan
                        menurunkan ketegangan otot punggung bawah.
                        Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa:
                        1.  Peningkatan detak jantung dan aktivitas otot bersifat fisiologis adaptif —
                            tubuh  merespons  perubahan  posisi  dengan  peningkatan  kerja  jantung
                            yang masih dalam batas normal.
                        2.  Kadar oksigen darah tetap stabil, menunjukkan salat tidak menimbulkan
                            gangguan respirasi.
                        3.  Pola  perubahan  yang  harmonis  (naik  saat  rukuk  dan  sujud,  turun  saat
                            duduk)  menandakan  bahwa  gerakan  salat  memiliki  efek  ritmik  yang
                            membantu regulasi sirkulasi dan pernapasan.
                        Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa salat merupakan bentuk
                        aktivitas  fisik  ringan  yang  aman  dan  bermanfaat  bagi  ibu  hamil,  karena
                        memberikan  stimulasi  fisiologis  positif  tanpa  menimbulkan  beban  berlebih
                        pada  sistem  kardiovaskular  dan  respirasi.  Selain  itu,  pemantauan
                        menggunakan smartwatch terbukti efektif dalam mendeteksi fluktuasi fisiologis
                        kecil secara real time dan akurat.
                        Tabel 2. Uji Normalitas Data
                                            Kolmogorov–            Shapiro–Wilk
                          Variabel                                                       Interpretasi
                                            Smirnov (Sig.)             (Sig.)
                         Heart Rate                                                   Data berdistribusi
                                                 0.189                 0.144
                                                                                           normal
                         SpO₂                                                         Data berdistribusi
                                                 0.213                 0.172
                                                                                           normal
                         Activity                0.200                 0.116          Data berdistribusi
                         Level                                                             normal
                        Semua nilai signifikansi > 0,05 → data berdistribusi normal.

                             Berdasarkan  hasil  pengukuran,  terjadi  perubahan  fisiologis  yang
                        konsisten  selama  ibu  hamil  melaksanakan  gerakan  salat.  Rata-rata  detak
                        jantung meningkat dari 84,6 bpm saat berdiri menjadi 92,5 bpm saat sujud,
                        kemudian  menurun  kembali  menjadi  85,9  bpm  pada  posisi  duduk.  Pola  ini
                        menunjukkan  adanya  respons  kardiovaskular  adaptif  terhadap  perubahan
                        postur  tubuh.  Peningkatan  detak  jantung  selama  rukuk  dan  sujud
                        menggambarkan peningkatan aktivitas otot dan aliran darah yang masih dalam
                        batas fisiologis normal.



                                                                17
   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407