Page 401 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 401

Dengan  demikian,  berdasarkan  teori-teori  tersebut,  dapat  disimpulkan
                        bahwa menilai perubahan fisiologis ibu hamil selama gerakan salat merupakan
                        langkah  ilmiah  yang  relevan  untuk  memahami  bagaimana  aktivitas  ibadah
                        dapat sekaligus berfungsi sebagai bentuk latihan fisik ringan yang aman dan
                        bermanfaat bagi kesehatan maternal.
                        Tabel 1. Data Fisiologis Ibu Hamil Selama Gerakan Salat (n = 30)
                         Gerakan          Rata-rata Detak Jantung         SpO₂       Tingkat Aktivitas
                         Salat                       (bpm)                 (%)              (unit)
                         Berdiri                   84.6 ± 5.2             98.1 ±          1.1 ± 0.3
                         (Qiyam)                                           0.7
                                                                          97.9 ±
                         Rukuk                     88.3 ± 5.8                             1.5 ± 0.4
                                                                           0.8
                                                                          97.3 ±
                         Sujud                     92.5 ± 6.1                             1.9 ± 0.5
                                                                           0.9
                                                                          98.0 ±
                         Duduk                     85.9 ± 5.5                             1.2 ± 0.3
                                                                           0.7
                        Keterangan:
                        Data menunjukkan adanya peningkatan heart rate selama gerakan rukuk dan
                        sujud, namun penurunan kembali pada posisi duduk. Nilai SpO₂ tetap stabil
                        dalam rentang normal (96–99%).
                             Berdasarkan Tabel di atas, terlihat adanya variasi fisiologis yang cukup
                        jelas   pada     ibu    hamil     selama     melaksanakan       gerakan      salat.
                        Rata-rata detak jantung (heart rate) meningkat dari 84,6 ± 5,2 bpm pada posisi
                        berdiri (qiyam) menjadi 92,5 ± 6,1 bpm saat sujud, kemudian menurun kembali
                        menjadi  85,9  ±  5,5  bpm  pada  posisi  duduk  di  antara  dua  sujud.
                        Peningkatan  ini  menunjukkan  adanya  aktivitas  sistem  kardiovaskular  yang
                        meningkat secara fisiologis selama transisi antarposisi tubuh.
                             Menurut Cunningham et al. (2022), peningkatan detak jantung sebesar
                        5–10 bpm selama aktivitas ringan merupakan respon normal tubuh terhadap
                        perubahan  postur  dan  kebutuhan  oksigen  jaringan.  Dengan  demikian,
                        kenaikan detak jantung pada gerakan rukuk dan sujud mencerminkan aktivasi
                        ringan  sistem  sirkulasi  darah  tanpa  menimbulkan  tekanan  berlebih  pada
                        jantung ibu hamil.
                             Nilai SpO₂ (saturasi oksigen darah) relatif stabil pada seluruh gerakan,
                        yaitu  berada  pada  kisaran  97,3–98,1%.  Rentang  ini  masih  berada  dalam
                        kategori  normal  (95–100%)  sebagaimana  dijelaskan  oleh  World  Health
                        Organization  (2020),  yang  menyatakan  bahwa  nilai  SpO₂  di  atas  95%
                        menandakan        suplai      oksigen      ke     jaringan      berjalan     baik.
                        Kestabilan  kadar  oksigen  ini  menunjukkan  bahwa  aktivitas  salat  tidak
                        mengganggu  fungsi  respirasi  ibu  hamil,  bahkan  selama  posisi  sujud  yang
                        menempatkan kepala lebih rendah dari jantung.
                             Sementara itu, tingkat aktivitas (activity level) yang diukur menggunakan
                        sensor  accelerometer  menunjukkan  peningkatan  seiring  dengan  intensitas
                        gerakan  tubuh.  Nilainya  meningkat  dari  1.1  ±  0.3  unit  pada  posisi  berdiri



                                                                16
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406