Page 403 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 403

Nilai  SpO₂  relatif  stabil  di  kisaran  97–98%,  yang  menandakan  fungsi
                        respirasi tetap baik dan suplai oksigen ke jaringan tidak terganggu meskipun
                        terjadi  perubahan  posisi  tubuh.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  salat  tidak
                        menimbulkan tekanan respirasi berlebih pada ibu hamil.
                             Sementara itu, tingkat aktivitas meningkat seiring intensitas gerakan, dari
                        1.1 unit pada posisi berdiri menjadi 1.9 unit saat sujud. Kondisi ini menunjukkan
                        bahwa  sujud  merupakan  fase  dengan  aktivitas  fisik  tertinggi,  diikuti  rukuk,
                        sedangkan berdiri dan duduk menjadi fase relaksasi.
                             Secara  keseluruhan,  hasil  ini  mengindikasikan  bahwa  gerakan  salat
                        memberikan efek fisiologis ringan yang bermanfaat bagi ibu hamil, membantu
                        melancarkan  sirkulasi  darah  dan  menstimulasi  kerja  jantung  tanpa
                        menimbulkan  risiko  medis.  Penggunaan  smartwatch  terbukti  efektif  untuk
                        memantau  perubahan  fisiologis  tersebut  secara  real  time  dan  non-invasif,
                        sehingga  dapat  menjadi  sarana  ilmiah  dalam  menilai  keamanan  aktivitas
                        ibadah bagi ibu hamil.
                        Tabel 3. Uji Homogenitas Data
                           Variabel      Levene Statistic  Sig.  Interpretasi
                         Heart Rate            1.021         0.372     Homogen
                         SpO₂                  0.894         0.419     Homogen
                         Activity Level        0.953         0.411     Homogen
                        Nilai Sig. > 0,05 menunjukkan varians antar-gerakan homogen.
                            Berdasarkan  hasil  uji  homogenitas  menggunakan  uji  Levene,  diperoleh
                        nilai signifikansi (Sig.) untuk semua variabel lebih besar dari 0,05, yaitu Heart
                        Rate sebesar 0,372, SpO₂ sebesar 0,419, dan Activity Level sebesar 0,411.
                            Menurut Ghozali (2018), data dikatakan homogen apabila nilai signifikansi
                        uji  Levene  lebih  besar  dari  0,05,  karena  hal  tersebut  menunjukkan  bahwa
                        varians  antar  kelompok  tidak  berbeda  secara  signifikan.  Dengan  kata  lain,
                        sebaran  data  antarposisi  salat  (berdiri,  rukuk,  sujud,  dan  duduk)  relatif
                        seragam.
                            Hasil ini menunjukkan bahwa data fisiologis ibu hamil yang diperoleh dari
                        pengukuran  menggunakan  smartwatch  memiliki  varian  yang  konsisten  dan
                        stabil.  Artinya,  perbedaan  nilai  detak  jantung,  kadar  oksigen  (SpO₂),  dan
                        tingkat aktivitas antarposisi bukan disebabkan oleh ketidakhomogenan data,
                        melainkan karena pengaruh nyata dari perbedaan gerakan salat itu sendiri.
                            Kondisi  homogenitas  ini  juga  memperkuat  keandalan  hasil  penelitian,
                        karena  data  yang  homogen  memungkinkan  penggunaan  uji  parametrik
                        lanjutan  seperti  paired  sample  t-test  untuk  menguji  signifikansi  perbedaan
                        antarposisi dengan tingkat kesalahan yang rendah.
                            Dengan  demikian,  dapat  disimpulkan  bahwa  seluruh  variabel  fisiologis
                        dalam penelitian ini bersifat homogen, sehingga data memenuhi salah satu
                        prasyarat penting untuk dilakukan analisis inferensial selanjutnya.






                                                                18
   398   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408