Page 404 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 404

Tabel 4. Hasil Uji-t (Paired Sample t-Test) antara Gerakan Salat
                         Perbandingan Gerakan          t    df  Sig. (p)      Keterangan
                         Berdiri → Rukuk             2.87  29     0.007        Signifikan
                         Rukuk → Sujud               3.45  29     0.002        Signifikan
                         Sujud → Duduk               2.14  29     0.041        Signifikan
                         Berdiri → Sujud             4.02  29     0.000    Sangat signifikan
                             Berdasarkan  hasil  analisis  menggunakan  uji-t  berpasangan  (Paired
                        Sample t-Test), diperoleh nilai t dan p-value (Sig.) yang menunjukkan adanya
                        perbedaan  signifikan  antara  setiap  pasangan  gerakan  salat.  Semua  nilai
                        signifikansi  (p)  <  0,05,  yang  berarti  terdapat  perbedaan  yang  nyata  pada
                        respons fisiologis ibu hamil antar posisi salat.
                        1.  Perbandingan Berdiri → Rukuk
                            Nilai t sebesar 2,87 dengan p = 0,007 (< 0,05) menunjukkan bahwa terjadi
                            peningkatan signifikan pada detak jantung dan aktivitas otot ketika tubuh
                            bertransisi dari posisi berdiri ke rukuk. Hal ini disebabkan oleh perubahan
                            postur dari tegak menjadi menunduk, yang meningkatkan beban kerja otot
                            punggung dan aliran balik vena.
                        2.  Perbandingan Rukuk → Sujud
                            Nilai t = 3,45 dengan p = 0,002 menunjukkan perubahan fisiologis yang
                            signifikan           antara            rukuk             dan            sujud.
                            Posisi  sujud  menempatkan  kepala  lebih  rendah  dari  jantung,  sehingga
                            meningkatkan perfusi darah ke otak dan memicu peningkatan ringan pada
                            detak     jantung     sebagai      mekanisme        kompensasi       sirkulasi.
                            Cunningham et al. (2022) menyebutkan bahwa perubahan postur ekstrem
                            seperti  ini  dapat  meningkatkan  curah  jantung  sementara  tanpa
                            membahayakan kondisi ibu hamil.
                        3.  Perbandingan Sujud → Duduk
                            Nilai t = 2,14 dengan p = 0,041 menunjukkan bahwa terjadi penurunan
                            signifikan pada aktivitas fisiologis saat tubuh berpindah dari posisi sujud ke
                            duduk.
                            Transisi ini memberikan fase relaksasi, memperlambat detak jantung, dan
                            membantu proses pemulihan pernapasan. Hasil ini sejalan dengan Sari &
                            Rahma (2022) yang menemukan bahwa fase duduk dalam salat berfungsi
                            sebagai bentuk cooling down alami bagi sistem kardiovaskular.
                        4.  Perbandingan Berdiri → Sujud
                            Nilai t tertinggi sebesar 4,02 dengan p = 0,000 menunjukkan perbedaan
                            yang  sangat  signifikan  antara  posisi  awal  dan  posisi  dengan  aktivitas
                            fisiologis                                                           tertinggi.
                            Hal  ini  menggambarkan  peningkatan  nyata  dalam  kerja  jantung  dan
                            aktivitas otot selama gerakan dinamis, namun tetap dalam batas aman.
                            Respon ini bersifat fisiologis adaptif  dan menunjukkan bahwa tubuh  ibu
                            hamil mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan posisi secara efisien.



                                                                19
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409