Page 407 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 407
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian “Penilaian Berbasis Smartwatch terhadap
Perubahan Fisiologis selama Gerakan Salat pada Ibu Hamil”, dapat
disimpulkan bahwa:
1. Gerakan salat menimbulkan perubahan fisiologis yang signifikan tetapi
tetap dalam batas normal. Rata-rata detak jantung meningkat 5–8 bpm
saat rukuk dan sujud, sementara kadar SpO₂ tetap stabil di atas 97%.
2. Smartwatch efektif digunakan sebagai alat pemantau fisiologis non-invasif.
Alat ini mampu merekam perubahan detak jantung dan kadar oksigen
dengan akurasi tinggi dan mudah digunakan oleh ibu hamil.
3. Aktivitas salat memberikan efek positif terhadap kesehatan ibu hamil.
Latihan ringan ini memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan relaksasi,
serta berkontribusi pada keseimbangan fisiologis dan mental.
4. Nilai N-Gain sebesar 0,46 (kategori sedang) menandakan peningkatan
efisiensi fisiologis yang konsisten, menunjukkan bahwa tubuh beradaptasi
positif terhadap aktivitas ibadah rutin.
5.2 Saran
1. Ibu Hamil
2. Lakukan salat secara rutin dengan posisi yang aman dan nyaman.
Gunakan smartwatch sebagai alat bantu untuk memantau detak jantung
dan kadar oksigen selama aktivitas.
3. Tenaga Kesehatan
Gunakan teknologi wearable dalam program edukasi dan monitoring ibu
hamil guna mendeteksi dini perubahan fisiologis selama aktivitas ringan.
4. Peneliti Selanjutnya
5. Dapat melakukan penelitian lanjutan dengan melibatkan parameter
tambahan seperti tekanan darah, kadar stres hormonal (kortisol), atau
menggunakan sampel lebih luas pada berbagai usia kehamilan.
6. Pengembang Teknologi
Diperlukan pengembangan fitur maternal mode pada smartwatch yang
lebih spesifik untuk kondisi ibu hamil, agar hasil pengukuran lebih akurat
dan relevan.
22

