Page 405 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 405

Secara keseluruhan, hasil uji-t ini menegaskan bahwa setiap perubahan
                        posisi dalam salat memberikan efek fisiologis yang berbeda terhadap tubuh ibu
                        hamil.
                             Peningkatan detak jantung dan aktivitas otot terjadi terutama pada posisi
                        rukuk dan sujud, sementara fase duduk berfungsi sebagai masa pemulihan
                        alami.  Meskipun  terdapat  perubahan  signifikan  secara  statistik,  nilai-nilai
                        fisiologis tetap berada dalam batas normal (detak jantung < 100 bpm, SpO₂ >
                        97%), sehingga dapat disimpulkan bahwa gerakan salat merupakan aktivitas
                        ringan yang aman dan bermanfaat bagi ibu hamil.
                             Selain  itu,  hasil  ini  juga  membuktikan  bahwa  smartwatch  memiliki
                        kemampuan yang andal untuk mendeteksi perubahan fisiologis kecil secara
                        real time, menjadikannya alat yang efektif dalam pemantauan aktivitas ibadah
                        berbasis data fisiologis.
                        Tabel 5. Perhitungan N-Gain Efisiensi Fisiologis
                         Parameter       N-Gain  Kategori
                         Heart Rate        0.46     Sedang
                         SpO₂              0.32     Sedang
                         Activity Level    0.50     Sedang
                             Berdasarkan hasil perhitungan N-Gain pada tabel di atas, diperoleh nilai
                        peningkatan efisiensi fisiologis untuk tiga parameter utama, yaitu Heart Rate,
                        SpO₂, dan Activity Level, dengan kisaran nilai antara 0,32 hingga 0,50 yang
                        termasuk dalam kategori sedang.
                        1.  Parameter Heart Rate (N-Gain = 0,46, kategori sedang)
                            Nilai ini menunjukkan bahwa setelah melakukan rangkaian gerakan salat,
                            terjadi  peningkatan  efisiensi  fungsi  kardiovaskular  secara  moderat.
                            Artinya, tubuh ibu hamil mampu beradaptasi terhadap aktivitas fisik ringan
                            berupa  perubahan  posisi  salat  tanpa  menimbulkan  peningkatan  denyut
                            jantung yang berlebihan.
                            Menurut Cunningham et al. (2022), peningkatan detak jantung yang stabil
                            dan terkontrol menandakan adanya adaptasi positif sistem kardiovaskular
                            terhadap  aktivitas  rutin,  sehingga  jantung  bekerja  lebih  efisien  dalam
                            memompa darah.
                        2.  Parameter SpO₂ (N-Gain = 0,32, kategori sedang)
                            Nilai  ini  menunjukkan  peningkatan  sedang  pada  efisiensi  oksigenasi
                            darah.
                            Walaupun kadar SpO₂ relatif stabil pada seluruh fase salat, peningkatan
                            kecil  dalam  efisiensi  oksigen  menunjukkan  bahwa  salat  membantu
                            memperbaiki  sirkulasi  dan  distribusi  oksigen  ke  jaringan  perifer.
                            World Health Organization (2020) menegaskan bahwa aktivitas fisik ringan
                            dengan pola pernapasan teratur seperti yang terjadi selama salat dapat
                            meningkatkan saturasi oksigen secara bertahap tanpa menimbulkan stres
                            respirasi.





                                                                20
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410