Page 395 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 395

Dalam  penelitian  ini,  setiap  responden  akan  menjalani  satu  sesi
                        pengukuran  penuh  selama  satu  kali  pelaksanaan  salat  (dua  rakaat).  Data
                        fisiologis diambil pada empat posisi utama:
                           1.  Berdiri (qiyam)
                           2.  Rukuk
                           3.  Sujud
                           4.  Duduk di antara dua sujud
                            Pengambilan data dilakukan secara berulang (repeated measure) untuk
                        memastikan                             konsistensi                           hasil.
                        Data  yang  diperoleh  dari  pretest  dan  posttest  kemudian  dianalisis
                        menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji normalitas, homogenitas, dan
                        paired  sample  t-test  untuk  menentukan  ada  tidaknya  perbedaan  signifikan
                        antara kondisi sebelum dan sesudah perlakuan.
                            Menurut  Sugiyono  (2019),  metode  quasi-experimental  cocok  diterapkan
                        ketika  peneliti  ingin  mengetahui  pengaruh  perlakuan  tertentu  dalam  kondisi
                        nyata, namun tidak memungkinkan pengendalian semua variabel luar secara
                        ketat.  Oleh  karena  itu,  metode  ini  dianggap  tepat  untuk  meneliti  fenomena
                        fisiologis  ibu  hamil  selama  gerakan  salat,  karena  menjaga  keseimbangan
                        antara kontrol ilmiah dan etika penelitian.
                            Dengan desain ini, diharapkan diperoleh gambaran yang valid, terukur, dan
                        objektif mengenai perubahan fisiologis ibu hamil selama melakukan aktivitas
                        ibadah  salat,  serta  menilai  efektivitas  smartwatch  sebagai  alat  pemantau
                        kesehatan berbasis teknologi digital.
                        3.2 Populasi dan Sampel
                        3.2.1 Populasi Penelitian
                              Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  ibu  hamil  trimester  kedua  yang
                        berdomisili di wilayah Jakarta Timur. Pemilihan populasi ini didasarkan pada
                        pertimbangan fisiologis bahwa trimester kedua (usia kehamilan 14–27 minggu)
                        merupakan fase yang relatif stabil dalam kehamilan. Pada periode ini, risiko
                        mual  dan  kelelahan  berkurang,  sedangkan  kondisi  fisik  ibu  mulai
                        menyesuaikan diri dengan perubahan metabolisme dan sirkulasi darah.
                              Selain  itu,  ibu  hamil  pada  trimester  kedua  umumnya  masih  dapat
                        melakukan  aktivitas  ringan  seperti  berjalan,  peregangan,  dan  salat  dengan
                        aman, selama tidak terdapat komplikasi obstetri. Dengan demikian, populasi
                        ini  dinilai  representatif  untuk  mengamati  respon  fisiologis  alami  terhadap
                        aktivitas salat tanpa menimbulkan risiko medis.
                              Menurut  WHO  (2020),  aktivitas  fisik  ringan  seperti  peregangan  dan
                        gerakan  berulang  dalam  durasi  singkat  dapat  membantu  memperlancar
                        sirkulasi darah dan menjaga kebugaran ibu hamil. Oleh karena itu, pemilihan
                        populasi ini sejalan dengan prinsip keamanan penelitian maternal-fisiologis.






                                                                10
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400