Page 393 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 393
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.1 Fisiologi Kehamilan
Kehamilan menyebabkan perubahan fisiologis signifikan, termasuk
peningkatan volume darah, frekuensi denyut jantung, dan konsumsi oksigen.
Aktivitas ringan seperti salat dapat membantu menjaga elastisitas otot dan
sirkulasi darah tanpa menimbulkan stres fisik berlebihan (Cunningham et al.,
2022).
2.1.2 Manfaat Aktivitas Fisik bagi Ibu Hamil
Menurut WHO (2020), aktivitas fisik teratur pada ibu hamil dapat
menurunkan risiko hipertensi dan diabetes gestasional. Gerakan salat memiliki
karakteristik serupa dengan latihan peregangan ringan yang meningkatkan
keseimbangan dan relaksasi otot.
2.1.3 Teknologi Smartwatch dalam Pemantauan Kesehatan
Smartwatch modern dilengkapi sensor photoplethysmography (PPG)
dan accelerometer untuk memantau heart rate, SpO₂, dan tingkat aktivitas.
Menurut Kim et al. (2023), penggunaan smartwatch dalam studi klinis
menunjukkan akurasi pengukuran hingga 95% dibandingkan alat medis
standar.
2.1.4 Gerakan Salat dan Implikasi Fisiologis
Rukuk meningkatkan aliran darah ke otak, sujud memperbaiki sirkulasi,
sementara duduk di antara dua sujud membantu relaksasi sistem saraf.
Beberapa penelitian (Nasrullah, 2021; Sari, 2022) menyebutkan bahwa
gerakan salat berpotensi menstabilkan tekanan darah dan detak jantung.
2.2 Penelitian Terdahulu
Peneliti Tahun Judul Penelitian Hasil Utama
Pengaruh Gerakan Salat Tekanan darah lebih
Sari & 2022 terhadap Tekanan Darah stabil setelah 2 minggu
Rahma
Ibu Hamil latihan salat rutin
Accuracy of Smartwatch Akurasi pengukuran
Kim et al. 2023 Sensors in Maternal detak jantung mencapai
Health Monitoring 95%
Efek Fisiologis Sujud Peningkatan perfusi otak
Nasrullah 2021
terhadap Sirkulasi Otak 10–15% saat sujud
2.3 Kerangka Pemikiran
Salat sebagai aktivitas fisik moderat mampu memberikan efek positif
terhadap sistem peredaran darah dan keseimbangan tubuh. Dengan
smartwatch, perubahan fisiologis tersebut dapat direkam dan dianalisis secara
objektif.
8

