Page 11 - E-ENSIKLOPEDIA BUDAL SIDOARJO
P. 11

Ensiklopedia Budal Sidoarjo                        5



                                    Ruwat Desa































         Sumber : lenteratoday.com          Sumber : superradio.id             Sumber : dokumentasi pribadi



         Ruwat Desa, atau sering disebut "Ruwat Deso" dalam bahasa Jawa, adalah salah satu tradisi
         khas  yang  masih  lekat  dengan  masyarakat  pedesaan  di  Kabupaten  Sidoarjo,  Jawa  Timur.

         Tradisi  ini  diwarisi  dari  para  leluhur  sebagai  wujud  rasa  syukur  dan  upaya  spiritual  untuk
         melindungi desa dari malapetaka. Dalam bahasa Jawa, “ruwat” berasal dari kata “luwar”
         yang berarti melepaskan atau membebaskan, sesuai dengan tujuannya untuk membebaskan
         desa dari bencana dan memberikan doa keselamatan bagi masyarakat. Ruwat Desa biasanya
         diadakan pada bulan Ruwah (kalender Jawa) atau bulan Sya’ban (kalender Hijriyah). Acara

         ini diisi dengan berbagai kegiatan yang memadukan adat istiadat dan nilai-nilai keagamaan.
         Biasanya, setiap dusun memiliki punden (makam leluhur) yang menjadi pusat ritual tradisi
         ruwat desa untuk pelaksanaan doa dan penghormatan terhadap leluhur.


         Pelaksanaan  tradisi  ini  bergantung  pada  pihak  desa  yang  mengadakan.  Pada  umumnya,
         warga  berkumpul  di  masjid  untuk  mengadakan  istigasah,  selawat  dan  mengadakan  Yasin-
         Tahlil bersama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keesokannya, dilanjutkan dengan
         syukuran  di  punden  dengan  membawa  nasi  tumpeng  dan  jajanan  tradisional  sebagai

         simbol  syukur.  Setelahnya,  acara  utama  berupa  pagelaran  wayang  kulit  atau  pengajian
         bergantung pada pihak desa. Namun, wayang kulit menjadi elemen penting dalam tradisi ini,
         karena mengandung nilai-nilai tuntunan kehidupan yang diharapkan dapat menjadi inspirasi
         bagi warga. Selain itu, terkadang terdapat juga kegiatan karnaval yang diikuti oleh warga
         desa untuk memeriahkan kegiatan ruwah desa. Meski membutuhkan biaya besar, tradisi ini

         tetap dilaksanakan berkat iuran bersama warga.








    Tradisi                                                                      Perekonomian             Motif
                         Tarian              Wisata            Makanan               Daerah               Batik
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16