Page 13 - E-ENSIKLOPEDIA BUDAL SIDOARJO
P. 13
Ensiklopedia Budal Sidoarjo 7
Pasar Jumat Legi
Sumber : dokumentasi pribadi Sumber : dokumentasi pribadi Sumber : dokumentasi pribadi
Pasar Jumat Legi adalah pasar tradisional di Dusun Ketawang, Desa Jogosatru, Kecamatan
Sukodono, Sidoarjo yang hanya buka sebulan sekali setiap hari Jumat Legi berdasarkan
penanggalan Jawa. Kegiatan pasar dimulai sejak dini hari setelah salat Subuh dan biasanya
berakhir sebelum salat Jumat. Pasar Jumat Legi memiliki daya tarik utama berupa jajanan
jadul, seperti tiwul, kelanting, gatot, blendung, serawut, horok-horok, dan urap lumut.
Salah satu jajanan yang unik adalah kerupuk ladu, yang terbuat dari tepung beras
berbentuk bulat dengan lubang di tengah dan dihias bendera kertas warna-warni. Semua
jajanan ini dijual dengan harga terjangkau, biasanya sekitar Rp 5.000 per porsi. Tidak hanya
jajanan tradisional, pengunjung juga dapat menemukan berbagai makanan modern seperti
sushi dan makanan khas lain seperti serabi, bakso, dan kupang kering. Selain makanan, Pasar
Jumat Legi juga menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, pakaian, tanaman, dan
mainan.
Asal-usul Pasar Jumat Legi diyakini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum masa penjajahan
Belanda. Awalnya, pasar ini didirikan oleh seorang tokoh masyarakat bernama Mbah
Muhammad Ali, yang juga dikenal dengan nama Mbah Ali. Pasar ini dulunya menjadi tempat
berkumpulnya para saudagar dari berbagai daerah untuk berdagang sekaligus menyebarkan
agama Islam. Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan pasar dibatasi menjadi seminggu
sekali, dan akhirnya hanya berlangsung setiap Jumat Legi. Menurut cerita masyarakat
setempat, Jumat Legi dipilih karena bertepatan dengan hari wafatnya Mbah Ali, sehingga
kegiatan pasar juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap tokoh tersebut.
Tradisi Perekonomian Motif
Tarian Wisata Makanan Daerah Batik