Page 17 - E-ENSIKLOPEDIA BUDAL SIDOARJO
P. 17

Ensiklopedia Budal Sidoarjo                      11



                                      Tari Banjar




                                       Kemuning






























                                  Sumber : romadecade.org




         Tari Banjar Kemuning berasal dari Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten
         Sidoarjo,  Jawa  Timur.  Tarian  ini  diciptakan  pada  tahun  1999  oleh  Bapak  Agustinus  Heri
         Sugianto, seorang guru seni budaya di SD Negeri Pucang 1, Sidoarjo. Tarian ini terinspirasi
         dari kehidupan masyarakat Desa Banjar Kemuning yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

         Tari  Banjar  Kemuning  menggambarkan  perjuangan  istri-istri  nelayan  yang  tegar  dan
         selalu berdoa untuk keselamatan suami mereka. Gerakan Tari Banjar Kemuning dinamis dan
         bervariasi,  menggabungkan  gerakan  dari  berbagai  daerah  Jawa  Timur,  seperti  Madura,
         Malang, dan Surabaya. Para penari menggunakan properti seperti selendang (sampur) dan
         gongseng yang memperindah tarian.



         Pakaian,  makeup,  dan  gaya  rambut  yang  dikenakan  dibuat  sesederhana  mungkin  untuk
         menampilkan  gaya  hidup  keluarga  nelayan  yang  sederhana.  Mereka  mengenakan  kostum
         kebaya dengan warna cerah seperti ungu, oranye, dan kuning keemasan yang menjadi ciri
         khas warna dari daerah pesisir, serta hiasan kepala berupa kembang goyang dan mahkota
         kecil. Musik pengiringnya berupa gending Jawa Timur dengan syair tentang budaya petik laut.
         Tari Banjar Kemuning sering ditampilkan dalam acara petik laut dan festival budaya, baik
         di  dalam  negeri  maupun  di  luar  negeri  seperti  Malaysia,  Singapura,  Korea  Selatan,  dan

         Belanda.  Tarian  ini  menjadi  kebanggaan  masyarakat  Desa  Banjar  Kemuning  dan
         memperkenalkan budaya lokal mereka ke dunia.







                        Tarian                                                   Perekonomian             Motif
      Tradisi                                Wisata            Makanan
                                                                                     Daerah               Batik
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22