Page 114 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 114
Selanjutnya menurut Werang (2015:142) bahwa ruang lingkup
manajemen sarana dan prasarana pendidikan meliputi: (1) perencanaan
kebutuhan sarana dan prasarana, (2) pengadaaan sarana dan prasarana, (3)
inventarisasi sarana dan prasarana, (4) penyimpanan sarana dan prasarana,
(5) pemeliharaan sarana dan prasarana, (6) penghapusan sarana dan
prasarana, dan (7) pengawasan sarana dan prasarana.
Sementara itu ruang lingkup kegiatan manajemen sarana dan
prasarana menurut Kementerian Pendidikan Nasional (2013) meliputi:
(1) analisis kebutuhan dan perencanaan, (2) pengadaan, (3) inventarisasi,
(4) pendistribusian dan pemanfaatan, (5) pemeliharaan, (6)penghapusan,
dan (7) pengawasan dan pertanggungjawaban (pelaporan).
1. Analisis kebutuhan dan Perencanaan
Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan suatu
proses analisis dan penetapan kebutuhan yang diperlukan dalam proses
pembelajaran sehingga muncullah istilah kebutuhan yang diperlukan
(primer) dan kebutuhan yang menunjang (Mustari, 2014:123).
Untuk itu maka perencanaan sarana dan prasarana
membutuhkan kegiatan analisis kebutuhan. Kebutuhan sarana dan
prasarana sekolah bersifat dinamis bukan statis. Oleh sebab itu
kebutuhan sarana dan prasarana di suatu sekolah bisa berbeda pada
tahun tertentu dengan tahun sebelum dan sesudahnya. Analisis
kebutuhan sarana dan prasarana sekolah dilakukan bersama antara
pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah, wali murid, komite
sekolah dan stakeholders lainnya.
Analisis kebutuhan dilakukan melalui: (a) mendata keperluan
sarana dan prasarana pada menjelang tahun ajaran baru, dan (b)
mengidentifikasi/mendata sarana dan prasarana yang ada dan masih
dalam kondisi baik, yang perlu diperbaiki karena rusak ringan dan yang
perlu dihapus karena rusak berat.
Kepala sekolah harus memiliki proyeksi ke depan tentang
kebutuhan sarana dan prasarana dalam jangka pendek, menengah, dan
panjang. Proyeksi tersebut memperhatikan kebutuhan dan kemampuan
sumber daya untuk pengadaannya. Pengadaan gedung dan semua
ruangannya dalam perencanaan lebih baik dibuat maketnya agar dapat
dibangun secara bertahap dengan mudah. Untuk keperluan forecasting
108

