Page 134 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 134

dapat diverifikasi, informasi harus dapat diukur. Ada beberapa jenis pemeriksaan (audit)
                        keuangan,  pertama,  pemeriksaan  (audit)  laporan  keuangan,  bertujuan  menentukan
                        apakah laporan keuangan secara keseluruhan merupakan informasi yang terukur dan sudah
                        diverifikasi,  disajikan  sesuai  dengan  kriteria-kriteria  tertentu.  Umumnya  adalah  prinsip
                        akuntansi  yang  berlaku  umum.  Seringkali  juga dilakukan  audit  keuangan  yang  disusun
                        berdasarkan pada basis kas akuntansi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan organisasi yang
                        bersangkutan. Asumsi dasar dari suatu audit laporan keuangan adalah bahwa laporan
                        tersebut  akan  lebih  efisien  memperkerjakan  satu  auditor  untuk  melaksanakan  audit
                        dan membuat kesimpulan yang dapat diandalkan oleh semua pihak daripada membiarkan
                        masing-masing pihak melakukan audit sendiri-sendiri. kedua pemeriksaan (audit) operasional,
                        merupakan  penelaahan  atas  bagian  manapun  dari  prosedur  dan  metode  operasi  suatu
                        organisasi untuk menilai efisiensi dan efektivitasnya. Umumnya, pada saat selesainya audit
                        operasional,  auditor  akan  memberikan  sejumlah  saran  kepada  manajemen  untuk
                        memperbaiki  jalannya  operasi  lembaga.  Dalam  audit  operasional,  tinjauan  yang
                        dilakukan  tidak  terbatas  pada  masalah-masalah  akuntansi,  tetapi  juga  meliputi  evaluasi
                        terhadap  struktur  organisasi,  pemanfaatan  komputer,  metode  produksi,  pemasaran  dan
                        bidang-bidang lain sesuai keahlian auditor. Pelaksanaan audit  operasional dan hasil  yang
                        dilaporkan  lebih  sulit  untuk  didefinisikan  daripada  jenis  audit  lainnya.  Efisiensi  dan

                        efektivitas  operasi  suatu  organisasi  jauh  lebih  sulit  pengevaluasiannya  secara  objektif
                        dibandingkan  penerapan  dan  penyajian  laporan  keuangan  sesuai  dengan  prinsip  akuntansi  yang
                        berlaku umum. Kriteria yang digunakan untuk evaluasi informasi terukur dalam audit


                         operasional  cenderung  subjektif.  Pada  praktiknya,  auditor  operasional  cenderung
                        memberikan saran perbaikan prestasi kerja dibandingkan melaporkan


                               keberhasilan  prestasi  kerja  yang  sekarang.  Dalam  hal  ini  audit  operasional  lebih
                        merupakan  konsultasi  manajemen  daripada  audit,  ketiga  pemeriksaan  (audit)  ketaatan,
                        bertujuan mempertimbangkan apakah auditi (klien) telah  mengikuti
                         prosedur atau aturan tertentu yang telah ditetapkan  pihak  yang  memiliki  otoritas
                        yang  lebih  tinggi.  Suatu  audit  ketaatan  pada  lembaga  pendidikan,  dapat  termasuk
                        penentuan apakah para pelaksana akuntansi pendidikan telah mengikuti prosedur yang telah
                        ditetapkan  oleh  lembaga  (Rosalina,  A.  D.  2007).  Contohnya  peninjauan  standar  biaya
                        umum  (SBU),  pemeriksaan  perjanjian  dengan  pihak  lain  (mitra  kerja,  pihak
                        perbankanataupara kreditor).

                     3. Pertanggungjawaban
                         Kegiatan  lain  yang  terkait  dengan  manajemen  keuangan  adalah  memuat  laporan

                        pertanggungjawaban  keuangan  kepada  kalangan  internal  lembaga  atau  eksternal  yang



                                                              128
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139