Page 180 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 180

rumusan pengertian supervisi pendidikan yang penulis ketengahkan

                            di  atas,  disebut  supervisi  akademik  dan  supervisi  manajerial.  Kedua

                            aspek  supervisi  yang  menjadi  obyek  supervisi  di  sekolah  atau
                            madrasah, didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional

                            Nomor      12     Tahun     2007      Tentang      Standar     Pengawas

                            Sekolah/Madrasah.  Dalam  Peraturan  tersebut,  pengawas  satuan
                            pendidikan dituntut memiliki kompetensi supervisi manajerial dan

                            supervisi akademik,  di  samping  kompetensi  kepribadian,   sosial,
                            dan penelitian dan pengembangan.  Supervisi  akademis merupakan

                            proses membantu pengembangan kemampuan guru untuk mengelola

                            pembelajaran  secara  efektif  dan  efesien.  Dengan  kata  lain,  supervisi
                            akademik  menitikberatkan  pada  pengamatan  supervisor  terhadap

                            kegiatan akademis, berupa pembelajaran baik di dalam maupun di

                            luar  kelas.  Sedangkan  supervisi  manajerial  merupakan  proses
                            membantu  kepala  sekolah  dan  staf  yang  menitikberatkan  pada

                            aspek-aspek  administratif  dan  manajemen  sekolah  yang  berfungsi
                            sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pembelajaran.



                                FUNGSI SUPERVISI
                       B


                                   Ametembun (1995) membagi empat fungsi supervisi yaitu  (1)
                            Fungsi Penelitian, (2) Fungsi Penilaian, (3) Fungsi Perbaikan, (4) Fungsi
                            Peningkatan.
                         1. Fungsi Penelitian
                             Supervisi sebagai fungsi penelitian dimaksudkan untuk memperoleh
                            gambaran  yang  jelas  dan  obyektif  tentang  situasi  pendidikan.
                            Supervisor  tidak  berprasangka  buruk  terhadap  perilaku  guru  atas
                            rendahnya  hasil  belajar  siswa  yang  dicapai,  akan  tetapi  harus
                            berdasarkan  fakta  dan  data  melalui  pengamatan  langsung  terhadap


                                                                 174
   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184   185