Page 184 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 184
d. Supervisor sebagai Motivator
Supervisor hendaknya membangkitkan semangat dan memotivasi
guru untuk terus berprestasi. Guru-guru didorong untuk mempraktekkan
gagasan-gagasan inovatif yang meningkatkan mutu pembelajaran.
e. Supervisor sebagai Pelopor Pembaharuan
Supervisor hendaknya mempunyai inisiatif dan prakarsa perbaikan.
Mendorong guru untuk selalu melakukan pembaharuan-pembaharuan
pengetahuan dan metode pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan
profesionalisme dan mutu guru.
Supervisi sebagai pembinaan profesional guru diwujudkan dalam perilaku
para supervisor sebagai pembina. Kualitas perilaku pembinaan tersebut
bergantung pada pemahaman para supervisor mengenai tujuan pembinaan
profesional. Tingkat kualitas perilaku pembinaan profesional setidaknya
dapat berwujud dalam tingkatan sebagai berikut; (1) memperhatikan, (2)
mengerti atau memahami, (3) membantu dan membimbing, (4) memupuk
evaluasi diri bagi perbaikan dan pengembangan, (5) memupuk kepercayaan
diri, dan (6) memupuk, mendorong bagi pengembangan inisitif dan
kreativitas (professional self profelling growth). Para supervisor diharapkan
mengembangkan perilaku pembinaan profesionalnya pada tingkat tertinggi
yaitu memupuk, mendorong bagi pengembangan inisitif dan kreativitas
(professional self profelling growth). Berikut ini adalah tingkatan kualitas
perilaku pembinaan profesional.
D TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI
Teknik supervisi pendidikan adalah cara untuk melaksanakan
supervisi di lembaga pendidikan. Dalam praktek-praktek supervisi di
sekolah atau madrasah, ada dua aspek supervisi, yaitu supervisi
akademik, dan supervisi manajerial. Mengingingat kedua aspek supervisi
tersebut memiliki fokus dan tujuan yang berbeda, maka uraian tentang
teknik supervisi pendidikan dijelaskan secara terpisah. Berikut ini
178

