Page 39 - test yy
P. 39
32 “Mewujudkan Kemandirian Indonesia Melalui Inovasi Dunia Pendidikan”
18. Tanggung jawab, sikap dan perilaku seseorang untuk
melaksanakan tugas dan kewajibannnya yang seharusnya dia
lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara
dan Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut diterapkan sejak
usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi
sebagai usia emas (golden age) karena usia dini terbukti sangat
menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan
potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50%
varibialitas kecerdasan pada orang dewasa terjadi ketika anak
berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8
tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa
kedua. Dari sini sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai
dari dalam pendidikan keluarga, yang merupakan lingkungan
pertama bagi pertumbuhan karakter anak.
Menurut Muslich (2011) Pendidikan karakter merupakan
salah satu strategi yang perlu di implementasikan dalam kegiatan
pembelajaran di sekolah untuk mengurangi berbagai
problematikan yang dihadapi oleh peserta didik, ada 6 pilar
karakter yang perlu dikembangkan diantarannya :
1. Trustworthinesss, bentuk karakter yang membuat seseorang
menjadi berintegritas jujur dan loyal.
2. Fairness, bentuk karakter yang membuat seseorang memiliki
pemikiran terbuka serta tidak suka memanfaatkan orang lain.
3. Caring, bentuk karakter yang membuat seseorang memiliki
sikap peduli dan perhatian terhadap orang lain maupun
kondisi sosial lingkungan sekitar.
4. Respect, bentuk karakter yang membuat sesorang selalu
menghargai dan menghormati orang lain.
5. Citizenship, bentuk karakter yang membuat seseorang sadar
hukum dan peraturan serta peduli terhadap lingkungan alam.