Page 36 - test yy
P. 36
BAB 1 : PENDIDIKAN KARAKTER 29
a. Mengajak dengan hati senang, seperti ajakan Lukman
kepada anaknya (Q.S:31 Lukman:13), ajakan Malaikat
kepada Maryam (Q.S:3 Maryam:42-43), ajakan nabi Musa
kaumnya (Q.S:2 Al Baqarah:54), ajakan kepada orang yang
beriman (Q.S:2 Al Baqarah:153), ajakan kepada seluruh
umat manusia (Q.S:2 Al Baqarah:21-22).
b. Menasehati dengan menggunakan kisah-kisah dari Al
Qurán, metode ini sangat efektif karena bersentuhan
langsung jiwa manusia, seperti kisah Musa bersama
kaumnya (Q.S:7 Al’ Araf:104-107) dan (Q.S:79 An Naziat:15-
26).
c. Menasehati dengan menggunakan wasiat Al Qur’an yang
meliputi arahan, perintah, larangan. Contohnya pada
(Q.S:25 Al Furqon:63-77), (Q.S:4 An Nisa:36-38), (Q.S:2 Al
Baqarah:177) dan (Q.S:17 Al Isra:23-38).
4. Mendidik dan Mengevaluasi
Maksud dari metode ini adalah mangawasi dan
menyertai anak dalam pembentukan aqidah, akhlak, jiwa dan
kemasyarakatan, serta mengawasi secara kontinyu tentang
pendidikan jasmaninya dan perkembangan keilmuannya. Dan
tidak diragukan lagi bahwa metode ini sangat berpengaruh
dalam melahirkan insan kamil yang mengantar seseorang
untuk menjaga keseimbangan hidup dan memikul tanggung
jawab, melaksanakan tugas, menjadikannya muslim hakiki
sebagai pondasi dalam pembentukan aqidah yang kokoh dan
membawa kepada kejayaan Islam.
Islam dengan prinsip komprehensipnya dan manhajnya
yang kekal, memotivasi bapak, ibu dan para pendidik untuk
selalu mengawasi dan mengevaluasi perkembangan anak dari
semua sisi kehidupannya. Firman Allah: “Hai orang-orang
yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya