Page 45 - Modul Penelitian Pendidikan Matematika
P. 45
38
Teknik sampling acak sederhana dipilih karena dianggap dapat mewakili populasi
mahasiswa secara keseluruhan. Dengan ukuran sampel yang cukup besar, peneliti
berharap dapat menggeneralisasikan hasil penelitian ke populasi mahasiswa secara
keseluruhan. Tujuan pemilihan sampel ini adalah untuk mendapatkan data yang
representatif sehingga dapat dilakukan analisis statistik yang valid untuk menguji
hipotesis penelitian.
Pada contoh penelitian kualitatif, peneliti lebih tertarik pada kedalaman
pemahaman terhadap pengalaman individu, sehingga pemilihan sampel lebih bersifat
purposive. Sebaliknya, pada penelitian kuantitatif, peneliti lebih tertarik pada
generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas, sehingga pemilihan sampel
lebih bersifat random. Pemilihan teknik sampling sangat bergantung pada tujuan
penelitian, karakteristik populasi, dan sumber daya yang tersedia. Peneliti harus dapat
memberikan justifikasi yang kuat atas pemilihan teknik sampling yang digunakan.
E. Contoh Kasus Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, konsep populasi dan sampel tidak digunakan secara
ketat seperti dalam penelitian kuantitatif. Fokus utama penelitian kualitatif adalah
pada pemahaman mendalam terhadap fenomena atau kasus tertentu, bukan pada
generalisasi ke populasi yang lebih luas. Alih-alih populasi dan sampel, peneliti
kualitatif lebih sering menggunakan istilah informan atau partisipan. Pemilihan
informan dilakukan secara purposive atau snowball, yaitu berdasarkan kriteria tertentu
yang relevan dengan tujuan penelitian. Misalnya, peneliti mungkin memilih informan
yang memiliki pengalaman langsung terkait fenomena yang diteliti.
Penelitian kualitatif tidak menggunakan konsep populasi dan sampel secara ketat
karena tujuan utamanya adalah untuk memahami fenomena secara mendalam, bukan
untuk menggeneralisasi hasil ke populasi yang lebih luas. Data kualitatif yang bersifat
kaya dan kontekstual lebih cocok untuk analisis mendalam daripada analisis statistik.
Oleh karena itu, pemilihan informan dalam penelitian kualitatif lebih bersifat
purposive atau snowball, yang memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang
relevan dan mendalam, meskipun jumlah informan tidak terlalu besar.
Seorang peneliti ingin memahami pengalaman siswa dalam mengikuti program
bimbingan belajar online selama pandemi COVID-19. Fokus penelitian ini adalah
pada pengalaman siswa SMA di kota X yang mengikuti program tersebut. Mengingat
tujuan penelitian untuk mendapatkan pemahaman mendalam, peneliti memutuskan