Page 20 - BAHAN AJAR PPH 21 KD 3.5
P. 20
1. Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah Pajak atas penghasilan
sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan dengan nama dan
bentuk apapun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak Orang
Pribadi dalam negeri.
2. Yang termasuk pemotong PPh Pasal 21 adalah pemberi kerja;
bendahara atau pemegang kas pemerintah; badan penyelenggara
jaminan sosial tenaga kerja dan pensiun, orang pribadi yang
melakukan kegiatan usaha serta badan yang membayar,
penyelenggara pemerintah termasuk badan pemerintah.
3. Yang termasuk subjek PPh Pasal 21 adalah pegawai tetap,
penerima pensiun berkala, bukan pegawai, dan peserta
kegiatan.
4. Yang tidak termasuk subjek PPh Pasal 21 adalah pejabat perwakilan
diplomatik dan konsulat serta pejabat perwakilan organisasi
Internasional.
5. Pemotong dan subjek PPh Pasal 21 mempunyai hak dan kewajiban
yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-
16/PJ/2016.
6. Yang termasuk objek PPh Pasal 21 adalah penghasilan yang diterima
pegawai tetap, penghasilan yang diterima penerima pensiun secara
teratur, penghasilan sehubungan PHK, penghasilan pegawai tidak tetap,
imbalan kepada bukan pegawai, imbalan kepada peserta kegiatan,
penerimaan dalam bentuk natura atau kenikmatan lainnya.
7. Yang tidak termasuk objek PPh Pasal 21 adalah pembayaran manfaat
atau santunan asuransi, penerimaan dalam bentuk natura yang
diberikan oleh pemerintah, iuran pensiun yang dibayarkan kepada
dana pensiun yang dibayar oleh pemberi kerja, zakat, dan beasiswa.
8. Kode objek pajak PPh 21 adalah kode yang dibutuhkan saat wajib
pajak melakukan pengisian SPT. Klasifikasi kode berdasarkan subjek
pemotongnya, yaitu sektor swasta yang menerbitkan Formulir 1721 A1