Page 79 - E-MODUL EFK_Neat
P. 79
E-Modul
Etika & Filsafat Komunikasi
dasar lingkungan langsung pada subjek, sehingga subjek dapat
melihat, mendengar, menyentuh, merasa, dan mencium.
Pengetahuan murni muncul dari terciptanya ide-ide yang kompleks.
Ide-ide yang kompleks tercipta melalui penambahan, pengurangan,
pencampuran, dan pembuatan ide-ide sederhana. Pikiran bersifat
pasif dalam menerima ide-ide sederhana, tetapi aktif dalam
membuat ide-ide kompleks dari ide sederhana tadi. Locke
memahami bahwa ide-ide kompleks diperlukan dan sekaligus
berbahaya. Keduanya membuka jalan akan terciptanya
pengetahuan yang bermakna. Meskipun demikian, keduanya juga
menjadi sumber dari pengetahuan besar yang rusak. Orang bebas
bermimpi mengenai unicorn, lingkaran persegi, centaurus, roh-roh,
dan banyak lagi. Dari pengamatan ini dapat ditemukan tujuan utama
dari esai yang dibuat Locke. Locke tidak mempersiapkan
penggambaran suatu mekanisme bahwa suatu pikiran adalah
mampu untuk memahami dan mengerti. Sebaliknya, dia ingin
mengidentifikasi kriteria-kriteria tersebut yang menyatakan bahwa
pikiran mampu membedakan ide-ide kompleks yang murni di satu
sisi, dan bersifat fantasi dan imajinatif di sisi yang lain.
Locke (1690/1975) mengartikulasikan dengan cara: "ini, oleh
karena, menjadi tujuan saya untuk menyelidiki kepastian asli, dan
sejauh pengetahuan yang manusiawi". (hal.43, Buku I, Bab I, ii).
Dalam logika pandangan transmisi komunikasi modern,
jika pemahaman penerima pesan selalu ciptaan penerima,
bagaimana pengirim tahu atau menjamin bahwa penafsiran ini
adalah cerminan asli dari ide pengirim dan bahwa ide ini bukan
hanya fantasi? Bagi Locke, ada batasan untuk apa yang pikiran
67

