Page 18 - E-LKPD Ketenagakerjaan
P. 18
c. Teori Upah Etika
Menurut teori ini, upah yang diberikan kepada pekerja seharusnya sepadan
dengan beban pekerjaan yang telah dilakukan pekerja dan mampu membiayai
pekerja sehingga hidup dengan layak. Menurut kaum utopis. Tindakan
pengusaha dapat memberikan upah kepada tenaga kerja dalam rangka
memenuhi kebutuhan minimum. Hal tersebut merupakan suatu tindakan tidak
etis. Oleh karena itu pengusaha hendaknya memberikan upah layak kepada
tenaga kerja sekaligus keluarganya dan memberikan berbagai tunjangan.
2. Sistem upah yang berlaku di Indonesia
a. Upah menurut waktu
Penentuan upah menurut waktu dilakukan berdasarkan lama waktu
bekerja, berdsarkan satuan jam, hari, minggu atau bulan. Contoh :
pembayaran upah menurut waktu adalah upah lembur yang dihitung
per jam atau upah pekerja bangunan yang dihitung per hari.
Pembayaran balas jasa yang dibayar per bulan disebut gaji.
Kelebihan upah dengan sistem ini adalah pekerja dapat menghitung
besar upah yang diterima secara pasti. Kelemahan dari sistem upah
ini adalah pekerja kurang termotivasi meningkatkan prestasi kerja.
b. Upah menurut hasil atau satuan
Dengan penerapan sistem upah ini pekerja termotivasi bekerja segiat-
giatnya guna memperoleh upah yang besar. Sebaliknya dengan
sistem ini hasil pekerjaan kurang terjamin serta kurang
memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja para pekerja.
c. Upah borongan
Upah borongan diterapkan untuk jenis pekerjaan yang sulit dihitung
berdasarkan satuan ataupun waktu. Pekerjaan yang dilakukan
berdasarkan sistem upah borongan terdapat koordinasi pekerja yang
dilakukan pemborong.
d. Upah dengan sistem bonus
Untuk meningkatkan produktivitas, pengusaha atau perusahaan
kadang memberikan bonus /intensif kepada para pekerja. Bonus
adalah pembayaran tambahan upah yang diterima pekerja selain upah
tetap. Pemberian bonus diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
pekerja sehingga berdampak pada keuntungan yang diterima
perusahaan.
18