Page 12 - Modul Konteks Keislaman_Tasya Salsabila
P. 12
AKTIVITAS PESERTA DIDIK 1
Sehingga, akan kita dapatkan bahwa: (bantulah dengan melengkapi titik-titiknya)
U 1 = 2
U 2 = 2 + 4 = 6 atau 2 + 4.(1) = 6
U 3 = 6 + … = 10 atau 2 + 4.(…) = 10
U 4 = 10 + … = … atau 2 + … = …
U 5 = … + 4 = … atau … + 4.(4) = ...
Dengan menggunakan pola urutan tersebut maka kita dapat menyebutkan bilangan
selanjutnya yaitu bilangan ke-6 (U 6) adalah … + 4 = … atau 2 + 4.(…) = …
Mari kita lanjutkan perhitungan hingga akhir bulan Juni!
U 7 = … + … = … atau … + … = …
U 8 = … + … = … atau … + … = …
Jadi, pada tanggal … Juni 2022 adalah hari terakhir Hafizh bertugas menjadi
muadzin di bulan Juni.
Dalam matematika urutan bilangan yang memiliki pola yang demikian disebut barisan
aritmetika, jadi definisi barisan aritmetika adalah sebagai berikut.
Barisan aritmetika adalah suatu barisan bilangan yang selisih setiap dua suku berurutan
selalu merupakan bilangan tetap (konstan).
Selisih antar dua suku berurutan (bilangan pertama dengan bilangan kedua, bilangan
kedua dengan bilangan ketiga, dan seterusnya) yang selalu tetap tersebut disebut beda dan
dilambangkan dengan b. Beda suatu barisan aritmetika dapat ditentukan dengan menghitung
selisih antara setiap dua suku yang berdekatan. Dengan kata lain, beda dapat dihitung dengan
cara mengurangkan sebuah suku ke-n dengan suku sebelumnya. Secara umum dapat
diterjemahkan sebagai berikut.
Jika U n adalah suku ke-n dari suatu barisan aritmetika maka berlaku b = U n – U n-1
MODUL BARISAN DAN DERET 4

