Page 34 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 34
e. Kemauan untuk bunuh diri (Forero et al., 1999).
f. Kesulitan fokus dalam berkonsentrasi; rasa cemas berkelanjutan
serta depresi (Rigby, 2003).
g. Cenderung kurang simpatik dan empatik serta mengarah ke
psikopat (Kartika, Darmayanti and Kurniawati, 2019).
h. Pelaku bullying yang kronis akan membawa perilaku itu sampai
dewasa, akan berpengaruh negatif pada kemampuan mereka
untuk membangun dan memelihara hubungan baik dengan
orang lain.
i. Korban bakal merasa rendah diri, dan diri sendiri tidak berharga
(Rigby, 2003).
j. Hambatan pada kesehatan fisik: sakit kepala, sakit tenggorokan,
flu, batuk- batuk, gatal-gatal, sakit dada, bibir pecah-pecah
(Rigby, 2003).
2. Dampak Pada Pelaku Bullying
Dengan menerapkan bullying, pelaku bakal mengira kalau mereka
mempunyai kekuasaan terhadap keadaan. Apabila dibiarkan terus-
menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini bisa mengakibatkan
terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap siswa lain
serta sikap kriminal yang lain.
Bullying terhadap kesehatan mental tidak hanya berakibat
pada korban bullying, tetapi pula pelaku bullying serta saksi bullying.
Pada pelaku bullying, berlangsung beberapa imbas negatif terhadap
kesehatan mental. Pelaku bullying cenderung mempunyai rasa yakin
diri yang berlebih, mempunyai watak yang kasar serta menggemari
kekerasan, keras kepala serta gampang marah, dan mempunyai
sedikit rasa empati. Perihal ini menimbulkan pelaku bullying tidak
bisa memiliki ikatan yang sehat, keras kepala sehingga sulit diajak
kerjasama, serta berpendapat dirinya sangat kuat serta hebat sehingga
mempengaruhi interaksi sosialnya.
Adapun dampak-dampak negatif yang diakibatkan oleh bullying
yaitu (Vanderbilt and Augustyn, 2010) :
Pendidikan Anti Bullying 25