Page 33 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 33
e. Menerima bermacam sikap yang tidak sepatutnya ataupun
mendengar ucapan ataupun perkataan kurang baik yang
menunjuk pada korban, membuat pribadi korban merasa kalau
apa yang dikatakan oleh pelaku itu benar sehingga korban
tidak bisa memahami keadaan serta memahami dirinya sendiri
sebagaimana mestinya.
f. Pengguna obat-obatan terlarang.
Rasa khawatir serta cemas yang kelewatan dan tidak terdapatnya
seorang yang bisa jadi tempat buat berkeluh kesah ataupun yang
membuat dirinya senantiasa tenang, bertahan serta kokoh untuk
melawan aksi perundungan membuat korban melarikan dirinya
dengan memakai obat- obatan terlarang guna menenangkan
dirinya.
g. Adanya hambatan mental, semacam depresi, rendah hati dan
diri, khawatir, susah tidur, ingin menyakiti diri, ataupun apalagi
kemauan buat bunuh diri.
Berdasarkan dampak- dampak bullying yang sudah dipaparkan
di atas, penelitian- riset yang dilakukan baik di dalam ataupun luar
negara menampilkan jika bullying berdampak negatif sebagai berikut:
a. Kendala psikologis, misalnya rasa takut melampaui batas,
kesepian (Rigby, 2003).
b. Pengertian konsep diri sosial korban bullying jadi lebih negatif
sebab korban merasa tidak diterima oleh teman- temannya,
selain itu dirinya juga mempunyai pengalaman gagal yang terus-
menerus dalam membina pertemanan, yaitu di bully oleh teman
dekatnya sendiri (Zakiyah, Febriansyah and Gautama, 2019).
c. Korban bullying merasakan depresi, stress, benci terhadap
pelaku, dendam, ingin keluar sekolah, merana, malu, tertekan,
terancam, bahkan ada yang menyilet-nyilet tangannya (Zakiyah,
Febriansyah and Gautama, 2019).
d. Timbul tidak suka pada lingkungan sosialnya, enggan ke sekolah
(Forero et al., 1999).
24 Pendidikan Anti Bullying