Page 35 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 35
a. Jadi Pecandu Alkohol serta Narkotika
Mereka yang jadi pelaku bullying tidak begitu peduli dengan
tentang yang baik maupun kurang baik. Aksi bullying yang
mereka lakukan saja telah mampu dikatakan sebagai hal buruk.
Tetapi, walaupun begitu, mereka senantiasa menerapkan
tindakan tersebut kepada orang lain. Oleh sebab itu, umumnya
pelaku bullying berpotensi jadi pecandu alkohol serta narkotika
(Nurlia and Suardiman, 2020).
b. Kerap Berkelahi serta Mengacaukan Properti
Bullying sendiri dapat terdiri dari bermacam berbagai aksi,
salah satunya aksi fisik yang dilakukan pelaku. Dari hal tersebut,
tidak heran bila pelaku bullying kerap berkelahi dengan orang
lain (Francis et al., 2022).
Di samping itu, akibat seringnya berkelahi dengan orang
lain, pelaku bullying pula berpotensi menghancurkan properti
publik. Pelaku bullying pula sering putus sekolah sebab banyak
melanggar peraturan.
c. Seks Bebas di Usia Dini
Mereka yang menjadi pelaku bullying berpotensi melakukan
seks bebas di usia dini. Biasanya, mereka hanya mengikuti nafsu
yang ada tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi di masa
mendatang (Francis et al., 2022).
d. Berpotensi Sebagai Kriminal
Pada dasarnya bullying adalah tindak kriminal. Sebab bullying
dapat menyangkut bermacam perihal semacam kriminalitas,
pelecehan, kekerasan, apalagi pencemaran nama baik
(Vanderbilt and Augustyn, 2010). Oleh sebab itu, mereka yang
menjadi pelaku bullying berpotensi jadi kriminal.
e. Bakal Melakukan Kekerasan Pada Pasangan atau Pendamping
Kekerasan pelaku bullying kepada korban membuatnya
terbiasa melaksanakan hal tersebut (Rigby, 2003). Perihal
ini membuatnya berpotensi menerapkan perihal yang sama
26 Pendidikan Anti Bullying