Page 158 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 158
c. Jerami Amoniasi
1) Pengertian Jerami Amoniasi
Hijauan sebagai pakan ternak semakin hari semakin sulit diperoleh,
terlebih saat musim kemarau panjang. Walau demikian limbah produksi
padi, yaitu jerami padi cukup berlimpah, bahkan sebagian dibakar.
Jerami padi di Indonsia 36-62 % dibakar atau dikembalikan ke dalam
tanah sebagai pupuk kompos, 31-39 % untuk pakan ternak dan 7-16%
dipergunakan untuk keperluan industri. Jerami padi setiap tahunnya
tersedia dalam jumlah yang cukup berlimpah setelah panen dilakukan.
Sebetulnya jerami tersebut masih dapat dimanfaatkan lebih optimal lagi
untuk pakan ternak.
Jerami itu sendiri untuk pakan ternak sebetulnya kualitasnya sangat
rendah, sehingga harus diolah terlebih dahulu agar kualitasnya
meningkat. Kandungan gizi jerami padi yang berupa protein hanya 3-5
%, padahal hijauan rumput, misalnya rumput gajah mencapai 12-14%.
Demikian pula kadar vitamin dan mineralnya juga sangat rendah,
sehingga jerami padi dikategorikan pakan yang “miskin” gizi. Selain itu
serat kasarnya tinggi, tidak mudah dicerna, atau dengan kata lain
kecernaannya rendah, hanya sekitar 25-45%, tergantung varietasnya.
Amoniasi jerami padi dapat meningkatkan kadar nutrisi dan
146

