Page 161 - EBOOK_Dasar - Dasar Pakan Ternak 2
P. 161
Amoniasi bertujuan untuk memecah kaca pelindung tersebut di atas,
serta mengurai ikatan serat yang sangat kuat pada dinding jerami
tersebut, agar sellulosa dan hemisellulosa, yang mempunyai nilai energi
sangat tinggi bisa dicerna dan diserap oleh pencernaan.
Terdapat beberapa bahan kimia yang dapat dimanfaatkan seperti
kaustik soda (NaOH), Urea dan bahan kimia lainnya, namun di samping
kurang aman bagi lingkungan, harga dan cara penanganannya sangat
banyak membutuhkan biaya. Bahan kimia yang paling murah dan
mudah didapat serta mudah penanganannya adalah dengan
menggunakan Urea.
Urea merupakan salah satu sumber amoniak (NH3) berbentuk padat.
Urea yang banyak beredar untuk pupuk tanaman pangan kadar
nitrogen yang terkandung di dalamnya adalah 46 persen. Dosis
amoniak yang biasa digunakan secara optimal adalah 4 – 6 % NH3 dari
berat kering jerami. Kurang dari 3 % tidak ada pengaruhnya terhadap
daya cerna maupun peningkatan kandungan protein kasar, tetapi
amoniak ini hanya berfungsi sebagai pengawet saja. Bila lebih dari 6 %
amoniak akan terbuang karena tidak sanggup lagi diserap oleh jerami
dan akan lepas ke udara bebas, kerugiannya hanya pemborosan
amoniak yang berarti kerugian ekonomis saja. Pembuatan amoniasi
jerami dibedakan menjadi 2 macam, yaitu metode kering dan metode
basah.
a) Metode kering
Pembuatan amoniasi jerami padi dengan cara kering dilakuan
dengan cara menaburkan urea langsung di atas jerami padi, jadi
urea tidak perlu dilarutkan dengan air. Contoh pembuatan
amoniasi secara kering, dengan bahan 100 kg jerami padi kering
udara dengan 3-4 kg urea.
149

