Page 328 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 328
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
DESIMINASI INOVASI KEDIKLATAN DALAM PENYIAPAN GENERASI MUDA
PERTANIAN MELALUI REVOLUSI DIKLAT
Ahmad Dedy Syathori
Widyaiswara Ahli Muda BBPP Ketindan
Jalan Ketindan No 1 Lawang-Malang
Korespondensi Penulis: Ahmad Dedy Syathori, Ahmaddedy@pertanian.go.id
Abstrak
Proses belajar mengajar dapat dikembangkan melalui proses inovasi pendidikan dan pelatihan (diklat)
dengan paradigma baru, yaitu diklat dengan mendayagunakan sumberdaya manusia. Untuk itu
diperlukan suatu penyebarluasan (difusi) agar semua pihak, baik insan diklat maupun aparatur dan
stakeholders yang terkait atau masyarakat umum dapat terlibat secara langsung melakukan gerakan
pembaruan (inovasi) diklat. Tujuan penulisan makalah ini adalah : (1) mengidentifikasi metode
pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan diklat; (2) menganalisis model pelaksanaan diklat yang
sesuai; dan (3) dapat menganalisis strategi yang berkenaan dengan penerapan kegiatan pasca
pelaksanaan diklat. Metode penulisan dalam penyusunan makalah ini adalah melalui riset kepustakaan
atau lebih dikenal dengan study terhadap buku. Hasil dari penulisan makalah ini adalah; (1) metode
diklat dilaksanakan dengan menggunakan metode orang dewasa (andragogi), melalui ceramah, diskusi
kelompok, latihan, studi kasus, dan kunjungan lapangan, (2) model diklat yang diterapkan yaitu agri
training camp dimana model pelatihan tersebut diperuntukan bagi generasi muda yang dikemas secara
khusus serta melibatkan berbagai pihak baik lembaga pemerintah, lembaga masyarakat khususnya
kelembagaan tani, lembaga swasta maupun perorangan yang mempunyai kepedulian terhadap
kelangsungan peran penting dunia pertanian Indonesia dimasa mendatang, dan (3) strategi penerapan
kegiatan pasca diklat adalah pembentukan ekstrakurikuler yang memiliki basis pertanian ditingkat
SMA/sederajat untuk dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian di Indonesia.
Agar dapat terus eksis dan beradaptasi maka sebuah lembaga diklat harus terus melakukan proses
pembelajaran dan perbaikan terus menerus.
Kata kunci: Pendidikan, pelatihan, difusi, inovasi
1. Pendahuluan
Pertanian merupakan salah satu sektor yang diunggulkan di Indonesia dikarenakan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris yaitu suatu negara yang sebagian besar dari
penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sebagian besar lahan di Indonesia dipenuhi
dengan tanaman pertanian. Namun identitas tersebut kini mulai luntur, hal tersebut
diakibatkan generasi muda berkualitas zaman sekarang enggan lagi untuk mengelola lahan
pertanian. Generasi muda di Indonesia lebih menyukai hal-hal yang bersifat teknologi, kreasi,
seni dan olahraga dibandingkan harus berkotor-kotoran, membajak, berkebun disawah, harus
mencangkul atau membajak sawah, karena mereka berfikir gengsi dan juga harga diri lebih
penting dari pada meningkatkan pertanian Indonesia.
Generasi muda sekarang adalah miniatur dari kehidupan dimasa yang akan datang,
bagaimana corak kehidupan dimasa yang akan datang, kita dapat berkaca pada corak
kehidupan generasi muda pada sekarang. Generasi muda saat ini cenderung kurang berminat
terhadap sektor pertanian karena dalam pandangan mereka, bekerja disektor pertanian
termasuk pekerjaan kurang bergengsi, kesannya kotor, dan penghasilannya pun kurang cukup
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 317

