Page 329 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 329
SEMINAR NASIONAL 2017
Malang 10 April 2017
untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Terkesan pula aktivitas dibidang pertanian kurang
penting bagi kehidupan, sehingga jarang ditemukan anak remaja bercita-cita menjadi petani.
Ketidaktertarikan generasi muda terhadap bidang pertanian sebenarnya telah menjadi
masalah global, namun seharusnya tidak perlu terjadi di Indonesia, mengingat pertanian
masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Beberapa isu global mutakhir yaitu
energi dan pangan menjadikan pertanian ke depan memiliki nilai strategis yang perlu menjadi
pusat perhatian. Dalam konteks nasional, dengan pertimbangan letak geografis yang sangat
strategis sebagai negara tropika, pertanian harus menjadi lokomotif pembangunan nasional.
Oleh karena itu, generasi muda harus disadarkan antara lain melalui pendidikan, diklat, dan
penyuluhan bahwa pertanian akan membawa kejayaan nasional asalkan ditekuni secara serius.
Salah satu hal yang kongkrit untuk mendorong menumbuhkan minat generasi muda dalam
bidang pertanian adalah melalui pendidikan dan pelatihan karena lembaga pendidikan dan
pelatihan mampu mengemban tugas dan pekerjaan dengan sebaik mungkin untuk berperan
sebagai “pemicu” dalam melakuna suatu perubahan atau pencapaian tujuan yang diinginkan.
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut : (a) Mengidentifikasi
metode pembelajaran yang tepat dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi
generasi muda pertanian; (b) Menganalisis model pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi
generasi muda pertanian; (c) Menganalisis menganalisis strategi yang berkenaan dengan
penerapan kegiatan pasca pelaksanaan diklat.
2. Tinjauan Pustaka
Metode Pendidikan dan Pelatihan
Pelaksanaan pendidikan dan latihan dapat melalui beberapa metode, yaitu :
a. Sistem Magang
Sistem ini merupakan sistem yang paling tua di dunia. Sistem magang mempunyai
prinsip umum yaitu belajar sambil bekerja dan sebaliknya.
b. Sistem Peragaan
Untuk ketrampilan tertentu sering kali dalam pendidikan dan latihan menggunakan
peragaaan, dengan alat-alat tertentu serta didemontrasikan cara pengerjaannya.
c. Sistem Bimbingan
Dengan sistem ini pelajaran langsung diberikan satu-persatu sehingga para pegawai
akan lebih cepat memahami pelajaran yang diberikan.
d. Sistem Latihan Praktek
Dalam sistem ini seseorang lebih ditekankan untuk melaksanakan latihan praktek
seperti sesungguhnya agar mereka dapat langsung bekerja.
Menurut Cherrington (1995:358), dikatakan bahwa metode dalam pendidikan
pelatihan secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu on the job training dan off the
job training.
a. On The Job Training
Metode ini dilakukan oleh instansi kepada pegawai dengan tetap bekerja sambil
mengikuti pendidikan dan pelatihan. Kegiatan ini meliputi rotasi kerja dimana
pegawai pada waktu tertentu melakukan suatu rangkaian pekerjaan. Pegawai secara
internal dilatih dan dibimbing oleh pegawai lain yang berkemampuan tinggi dan
mempunyai kewenangan melatih.
b. Off The Job Training,
Off the job training, dilakukan diluar tempat kerja pegawai. Pendidikan dan pelatihan
ini mengacu pada simulasi pekerjaan yang sebenarnya. Tujuannya adalah untuk
menghindarkan tekanan-tekanan yang mungkin mempengaruhi jalannya proses
“Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia” 318

