Page 1324 - ATP 2024_Neat
P. 1324
Modul Ajar Kurikulum Merdeka
d. Siapa yang belum paham pada materi tentang cara menafsirkan dan
mengevaluasi hikayat?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Penilaian
Untuk mengukur kemampuan menafsirkan dan mengevaluasi hikayat yang disimak,
peserta didik diberi latihan sebagai berikut.
Peserta didik diminta menyimak hikayat “Penumpasan Bajak Laut”.
Kemudian mereka diberi pertanyaan berikut.
1. Setujukah kalian apabila tema dalam hikayat tersebut adalah kepahlawanan?
Jelaskan!
2. Jelaskan dengan menyertakan bukti-bukti kutipan bahwa teks hikayat tersebut
menggunakan sudut pandang orang ketiga!
3. Setujukah kalian kalau teks hikayat tersebut mudah dipahami karena tidak
banyak menggunakan kata arkais? Jelaskan!
4. Bagian mana dari hikayat tersebut yang menunjukkan kelebihan atau kekuatan
cerita?
5. Apa yang menarik perhatian kalian setelah menyimak hikayat tersebut?
6. Apa yang paling berkesan setelah selesai menyimak hikayat tersebut?
7. Apa yang kalian rasakan setelah menyimak hikayat tersebut?
8. Mengapa dalam teks tersebut tidak ada unsur kemustahilan?
Cocokkah teks tersebut disamakan sebagai hikayat?
Guru memberikan penilaian terhadap jawaban-jawaban peserta didik dengan
menggunakan rumus penilaian berikut ini.
Keterangan: NA = nilai akhir
ΣS = jumlah perolehan skor
(Penjelasan mengenai rumus penilaian ini dapat dilihat di bagian Panduan Umum
buku ini.)
Kunci Jawaban
Kunci jawaban pada latihan untuk mengukur mahir atau tidaknya dalam
menafsirkan, mengapresiasi, dan mengevaluasi hikayat yang disimak.
Peserta didik menyimak hikayat “Penumpasan Bajak Laut”, kemudian mereka diberi
pertanyaan dengan kunci jawaban sebagai berikut.
1. Setuju. Hikayat tersebut menggambarkan perjuangan Datuk Hitam dan anak
buahnya dalam menumpas bajak laut.
2. Hikayat selalu menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dalam hikayat
“Penumpasan Bajak Laut” penggunaan sudut pandang itu dapat dibuktikan pada
pembicaraan berikut.
Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut SMA Fase F Kelas XII

