Page 22 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 22

Adanya ikatan rangkap trans akan mengubah hubungan spasial ini dan menyebabkan

                   asam lemak tak jenuh tersebut mempunyai sifat khas. Salah satu sifat yang penting
                   adalah  bahwa  ikatan rangkap tersebut relatif rentan terhadap perubahan- perubahan

                   kimia, antara lain oksidasi, polimerisasi dan reaksi- reaksi lainnya, oleh sebab itu, asam
                   lemak tak jenuh akan lebih mudah mengalami perubahan fisik dan kimia selama proses

                   pengolahan dibanding asam  lemak  jenuh. Ikatan ganda pada asam  lemak tak  jenuh
                   mudah bereaksi dengan oksigen ( mudah teroksidasi ), sehingga mudah menjadi tengik

                   (rancid).

                          Proses  ini  dikenal  sebagai  kerusakan  bahan  yang  mengandung  lemak  yang
                   penyebabnya adalah reaksi oksidasi terhadap asam lemak tak jenuh. Atas dasar tersebut,

                   maka  asam  lemak  tidak  jenuh  sering  direaksikan  dengan  hidrogen  untuk

                   menghilangkan ketidakjenuhannya, dan reaksi inilah yang sering disebut sebagai reaksi
                   penjenuhan atau reaksi hidrogenasi. Proses hidrogenasi akan merubah minyak sayur

                   menjadi lemak yang semisolid seperti margarin. Di bidang industri, sebenarnya proses
                   hidrogenasi parsial selain untuk membuat minyak menjadi semisolid, juga bertujuan

                   untuk mencegah agar minyak sayur tidak cepat menjadi rusak, lebih stabil, lebih tahan
                   terhadap pengaruh oksidasi dibanding asam lemak bentuk cis dan menambah cita rasa.

                   Asam lemak trans di dalam makanan berlemak dapat meningkat jumlahnya terutama

                   dalam  margarin  karena  proses  pengolahan  seperti  proses  hidrogenasi,  atau  karena
                   pemanasan dengan temperatur tinggi.


                   Materi Pembelajaran 5. Sifat Fungsional Asam Lemak Trans

                   A. Sumber Asam Lemak Trans
                          Asam lemak trans berasal dari 3 sumber makanan, yaitu a), produk lemak hewan

                   pemamah  biak  (susu,  daging,  jaringan  adiposa),  b).  minyak  yang  dihidrogenasi

                   sebagian (margarine, shortening, cooking fats) dan c). minyak yang telah dihilangkan
                   baunya terutama minyak yang mengandung asam a - linolenik (misal : kacang kedelai

                   dan repaseed oils). Dari beberapa penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa batas atas

                   asam lemak trans yang aman adalah sekitar 2% kkal. Asam lemak trans tidak hanya
                   meningkatkan kadar kolesterol LDL, tetapi secara bersamaan juga menurunkan kadar

                   kolesterol HDL. Tingginya kadar kolesterol total dalam plasma darah, kolesterol LDL,
                   kolesterol VLDL serta rendahnya kolesterol HDL berhubungan dengan aterosklerosis

                   koroner pada orang dewasa. Data terkini dari The Women 's Health Study menunjukkan
                   bahwa penggunaan rasio kolesterol total : kolesterol HDL merupakan prediktor risiko




                                                                                                    21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27