Page 27 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 27

C. Lemak Tiruan Berbahan Dasar Karbohidrat

                          Fat  replacer  dapat  dikelompokan  menjadi  3  jenis  yaitu  lipid-based,  protein-
                   based dan carbohydrate-based. Penambahan fat replacer dapat menggunakan lebih dari

                   1 jenis untuk memaksimalkan sifat fungsionalnya dalam menggantikan lemak. Namun
                   penggunaannya harus menuruti batas maksimal bahan tambah makanan yang tercantum

                   dalam SNI.  Salah satu contoh fat replacer jenis lipid-based yaitu mono- dan digliserida
                   sementara untuk jenis protein-based contohnya adalah gelatin. Mono- dan digliserida

                   berfungsi sebagai emulsifier, yaitu zat yang dapat memungkinkan terbentuknya emulsi

                   antara air dengan lemak dan mempertahakan emulsi tersebut agar tidak mudah terjadi
                   coalescence. Sementara gelatin berfungsi sebagai stabilizer dengan menstabilkan sel

                   udara dalam es krim, water binding, serta dapat membentuk struktur gel sehingga es

                   krim tidak mudah encer (Imeson, 1997).
                          Salah satu lemak tiruan yang berbahan dasar karbohidrat adalah  pembuatan es

                   krim. Es krim merupakan produk beku yang popular untuk berbagai usia. Temulawak
                   memiliki khasiat yang baik bagi tubuh, namun memiliki rasa yang pahit dan aroma khas

                   temulawak. Untuk memaksimalkan manfaat dari temulawak dan dapat diterima oleh
                   semua orang, maka dibuatlah es krim temulawak. Untuk mendapatkan es krim dengan

                   body dan tekstur yang baik serta mengurangi penggunaan whipped cream diperlukan

                   stabilizer dan juga fat replacer berbasis karbohidrat seperti carboxymethyl cellulose
                   (CMC)  dan  maizena  (pati  jagung)  sebagai  pengganti  lemak  berbasis  karbohidrat

                   (Christin, 2010).
                          Gelato  merupakan  salah  satu  jenis  dessert  beku  yang  memiliki  kandungan

                   lemak rendah yang terbuat dari susu, gula, dan padatan susu tanpa lemak.  Konsumsi
                   rendah lemak menjadi salah satu tuntutan konsumen saat ini. Penelitian ini bertujuan

                   untuk  menentukan  formula  gelato  nabati  terbaik  ditinjau  dari  uji  fisik  (overrun,

                   viskositas, laju dan waktu pelelehan) dan uji sensoris (tekstur, rasa dan daya terima
                   keseluruhan)  dengan  penggunaan  sari  tempe  sebagai  pengganti  susu  dan  bahan

                   pengganti  lemak  berbasis  karbohidrat  pati  (starch-based  carbohydrate  fat  replacer)

                   berupa tepung maizena, tepung beras dan tepung tapioka Seno dan Lewerissa, 2020).
                          Lemak merupakan unsur struktural yang penting pada es krim. Penghilangan

                   lemak pada es krim dapat menyebabkan timbulnya beberapa masalah pada tekstur dan
                   body dari es krim. Ole h karena itu, diperlukan penggunaan fat replacers (pengganti

                   lemak) untuk mensimulasi peran lemak pada es krim. Tepung ketan, tapioka, maizena
                   dan hunkwee merupakan carbohydrate-based fat replacer (pengganti lemak berbasis




                                                                                                    26
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32