Page 28 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 28

karbohidrat) yang sudah dikenal luas oleh masyarakat dan mudah diperoleh di pasaran

                   dengan  harga  yang  relatif  murah.  Pengganti  lemak  berbasis  karbohidrat  memiliki
                   kemampuan  menirukan  sifat  organoleptik  maupun  sifat  fisik  dari  lemak  melalui

                   kemampuannya menyerap sejumlah besar air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
                   mengetahui  efektifitas  dari  tepung  ketan,  tapioka,  maizena  dan  hunkwee  sebagai

                   Carbohydrate-based fat replacers (CFR) pada formulasi Reduced-Fat Ice Cream (RFIC)
                   yang umumnya berkadar lemak ± 5 – 6%.

                          RFIC yang ditambah dengan CFR memiliki karakteritik fisik yang lebih baik

                   daripada RFIC yang tidak menggunakan CFR. Penggunaan tepung ketan sebagai CFR
                   dapat  menghasilkan  RFIC  dengan  nilai  viskositas  paling  tinggi  (62,44  dPaS),

                   persentase overrunyang tertinggi (119,01 %), serta time to meltter panjang (52,63 menit)

                   dan melting rateyang paling rendah (0,04 g/menit) dibanding RFIC yang menggunakan
                   CFR  lainnya.  Hal  ini  berkaitan  dengan  karakteristik  tepung  beras  ketan  yang

                   mengandung sejumlah kecil amilosa namun mengandung amilopektin dalam jumla h
                   yang  signifikan.  Kadar  amilosa  yang  rendah  menyebabkan  adonan  es  krim  yang

                   ditambah dengan tepung ketan sebagai CFR dapat membentuk gel yang lembut (pasta)
                   sehingga  lebih  stabil  terhadap  pemisahan  cairan  (sineresis)  maupun  terjadinya

                   retrogradasi  yang  mungkin  terjadi  selama  pembekuan,  penyimpanan  dan  pencairan

                   kembali (Irawan, 2006.)


                   Materi  Pembelajaran  7.  Pembentukan  Radikal  Bebas  dan  Sistem  Pertahanan
                   Tubuh Terhadap Radikal Bebas

                   A. Pembentukan Radikal Bebas dalam Tubuh
                          Pada proses oksidasi biologis yang terjadi pada sel (jaringan) tubuh manusia

                   yang normal dapat terbentuk oksigen reaktid (oksidan). Oksidan disebut juga radikal

                   bebas, pada proses oksidasi (metabolisme sel) terutama dihasilkan dari proses yang
                   dilakukan oleh enzim oksidase yaitu hidrogen peroksida (H2O2), ion superoksida (O2),

                   radikal peroksil (OOH), radikal peroksil (OH*), dan oksigen singlet.

                          Radikal bebas menurut Halliwel pada tahun 1999 adalah suatu atom, gugus,
                   molekul atau senyawa  yang dapat berdiri  sendiri  yang  mengandung satu atau lebih

                   elektron yang tidak berpasangan pada orbit paling luar. Moleklu tersebut diantaranya
                   atom hidrogen, logam-logam transisi, dan molekul oksigen. Kehadiran satu atau lebih

                   elektron yang tidak berpasangan menyebabkan molekul ini mudah tertarik pada suatu






                                                                                                    27
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33