Page 30 - Modul Pengembangan Pangan Fungsional
P. 30

menerus dan reaksi ini akan berhenti sampai ada perendaman oleh senyawa lain yang

                   bersifat antioksidan.
                          Radikal bebas dapat beraksi dengan komponen-komponen sel, baik komponen

                   struktural  (molekul-molekul  penyusun  membran  sel)  maupun  komponen  fungsional
                   (enzim-enzim  dan  DNA).  Radikal  bebas  dapat terbentuk  dari  senyawa  yang  bukan

                   radikal  bebas  tetapi  mudah  berubah  menjadi  radikal  bebas  seperti  ozon,  H2O2,  dan
                   senyawa lainnya.

                          Sumber radikal bebas terdiri dari dua yaitu sumber radikal bebas berasal dari

                   dalam tubuh (radikal bebas endogenus) dan sumber radikal bebas yang berasal dari luar
                   tubuh  (radikal  bebas  eksogenus).  Sumber  radikal  bebas  baik  endogenus  maupun

                   eksogenus terjadi  melalui sederetan  mekanisme reaksi. Yang pertama pembentukan

                   awal  radikal  bebas  (inisiasi),  lalu  perambatan  atau  terbentuknya  radikal  baru
                   (propagasi), dan tahap terakhir (terminasi) yaitu pemusnahan atau pengubahan menjadi

                   radikal bebas stabil dan tak reaktif.
                          Tubuh kita secara terus menerus mengalamai proses pembentukan radikal bebas

                   yang berasal dari:
                   1.  Reaksi  reduksi  oksidasi  biokimiawi  yang  melibatkan  oksigen  dan  merupakan

                       bagian dari proses metabolisme sel normal (pembentukan secara fisiologis)

                   2.  Respon  terhadap  radiasi  sinar  gamma,  sinar  ultra  violet,  polusi  lingkungan,
                       merokok, hiperoksida, dan iskemia

                   3.  Proses  peradangan,  radikal  superoksida  yang  dihasilkan  oleh  fagosit  yang
                       traktivasi  dalam  proses  fagositosis  sebagai  reaksi  inflamasi  (misal  neutrofil,

                       momosit/makrofog, dan consinofil) dalam jumlah besar.
                          Radikal bebas ini kemudian akan menginisiasi sel dalam tubuh dengan cara:

                   a.  Mengabsorpsi energi radiasi (ultraviolet, sinar X)

                   b.  Secara endogen, biasanya pada reaksi oksidasi selama proses metabolik normal
                   c.  Dengan  cara  metabolisme  enzimatik  pada  obat-obatan  atau  zat  kimia  eksogen

                       (CCL3, CCL4)

                          Molekul  yang  mudah  beraksi  dengan  radikal  bebas  adalah  molekul  yang
                   mempunyai ikatan atom kurang kuat. Struktur molekul yang bereaksi dengan radikal

                   bebas  berubah  menjadi  radikal  bebas  baru  yang  akan  bereaksi  dengan  molekul  di
                   dekatnya sehingga secara berantai terbentuk molekul-molekul radikal bebas baru.

                          Dampak  negatif  radikal  bebas  timbul  karena  sifat  radikal  bebas  yang  dapat
                   mengikat elektron dari molekul sel sehingga dapat merusak komponen-komponen sel




                                                                                                    29
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35